Alasan Banyak Orang Merasa Waktu Berjalan Lebih Cepat
- 16 Jun 2026 20:35 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Tidak sedikit orang merasa waktu berjalan semakin cepat seiring bertambahnya usia. Perasaan bahwa satu minggu, satu bulan, bahkan satu tahun berlalu tanpa terasa menjadi pengalaman yang sering dialami banyak orang. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan yang menarik dari sudut pandang psikologi dan cara kerja otak manusia dalam memproses pengalaman.
Ketika seseorang masih anak-anak, banyak pengalaman baru yang ditemui setiap hari. Mulai dari belajar hal baru, bertemu teman baru, hingga mengenal lingkungan sekitar. Otak merekam berbagai momen tersebut secara lebih rinci sehingga periode waktu terasa lebih panjang. Karena banyaknya pengalaman yang berbeda, hari-hari seolah dipenuhi oleh berbagai peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam.
Sebaliknya, saat memasuki usia dewasa, aktivitas cenderung menjadi rutinitas yang berulang. Jadwal kerja, perjalanan yang sama setiap hari, hingga pola aktivitas yang relatif serupa membuat otak tidak lagi mencatat banyak hal baru. Akibatnya, ketika seseorang mengenang suatu periode waktu, jumlah memori yang tersimpan terasa lebih sedikit dibandingkan masa kanak-kanak.
Rutinitas yang monoton membuat hari-hari terasa serupa satu sama lain. Ketika seseorang melihat kembali bulan atau tahun yang telah berlalu, otak kesulitan menemukan banyak peristiwa unik yang dapat dijadikan penanda waktu. Hal inilah yang menyebabkan periode tersebut terasa berlalu dengan sangat cepat meskipun secara nyata durasinya tetap sama.
Para psikolog juga menjelaskan adanya teori proporsi waktu. Ketika seseorang berusia 10 tahun, satu tahun merupakan sekitar 10 persen dari seluruh hidup yang telah dijalani. Namun ketika seseorang berusia 50 tahun, satu tahun hanya merupakan sekitar 2 persen dari total pengalaman hidupnya. Karena proporsi tersebut semakin kecil, otak cenderung memandang waktu sebagai sesuatu yang berlalu lebih cepat.
Selain faktor usia, kesibukan juga berperan dalam menciptakan persepsi waktu yang berbeda. Saat seseorang memiliki banyak pekerjaan, tanggung jawab, dan aktivitas yang harus diselesaikan, perhatian lebih terfokus pada tugas-tugas tersebut. Tanpa disadari, hari demi hari berlalu hingga tiba-tiba seseorang menyadari bahwa minggu atau bulan telah berganti.
Penggunaan teknologi digital juga ikut memengaruhi persepsi waktu. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video, berselancar di media sosial, atau menggunakan berbagai aplikasi tanpa menyadari berapa lama waktu yang telah berlalu. Aktivitas yang memberikan hiburan secara terus-menerus dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran terhadap perjalanan waktu.
Menariknya, pengalaman baru dapat membantu memperlambat persepsi waktu. Mencoba hobi baru, mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, mempelajari keterampilan baru, atau bertemu orang-orang dengan latar belakang berbeda dapat memberikan lebih banyak rangsangan bagi otak. Semakin banyak pengalaman unik yang direkam, semakin kaya pula kenangan yang terbentuk.
Para ahli menyarankan agar seseorang sesekali keluar dari rutinitas yang sama setiap hari. Tidak harus melalui perubahan besar, aktivitas sederhana seperti membaca buku baru, mencoba rute perjalanan berbeda, atau meluangkan waktu untuk kegiatan kreatif dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih berkesan.
Pada akhirnya, waktu sebenarnya berjalan dengan kecepatan yang sama bagi semua orang. Namun cara otak merekam dan mengingat pengalaman membuat setiap individu memiliki persepsi yang berbeda terhadap perjalanan waktu. Dengan memperkaya pengalaman hidup dan mengurangi rutinitas yang monoton, seseorang dapat membuat hari-hari terasa lebih bermakna dan tidak berlalu begitu saja tanpa disadari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....