Literasi Digital Jadi Tantangan Baru Bagi Perempuan dan Anak

  • 22 Mei 2026 14:10 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Perkembangan teknologi digital yang berkembang pesat membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat termasuk bagi perempuan dan anak. Dengan mudah mengakses informasi dan penggunaan media sosial, literasi digital saat ini menjadi tantangan penting yang harus dihadapi agar teknologi dapat dimanfaatkan dengan bijak dan aman.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh menilai perempuan dan anak di era digital saat ini menghadapi tantangan besar dalam literasi digital, mulai dari penyebaran hoaks, cyber bullying hingga penipuan online yang semakin marak.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh, Syukriah, SKM.,MKM., mengatakan penggunaan teknologi digital di tengah masyarakat terus meningkat, namun belum sepenuhnya diiringi kemampuan literasi digital yang baik. “Peningkatan penggunaan teknologi belum selalu diiringi dengan kemampuan literasi digital yang memadai,” ujar Syukriah dalam perbincangan bersama RRI, Senin 18 Mei 2026.

Menurutnya, perempuan saat ini sudah aktif memanfaatkan platform digital untuk pendidikan, promosi usaha, hingga pengembangan diri. Sementara anak-anak juga semakin akrab dengan gadget sejak usia dini.

Namun, kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan risiko kecanduan gadget serta paparan konten negatif di media digital. “Anak-anak umur dua tahun sekarang sudah bisa membuka YouTube dan melihat TikTok,” katanya.

Syukriah menambahkan, rendahnya pemahaman keamanan digital juga menyebabkan kelompok rentan, terutama perempuan lanjut usia, mudah menjadi korban penipuan online berkedok layanan tertentu.

Ia menilai literasi inklusif menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan informasi tanpa diskriminasi. “Literasi inklusif itu penting karena memastikan perempuan dan anak tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkan informasi,” katanya.

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pihaknya terus menghadirkan berbagai program seperti perpustakaan keliling, layanan membaca di Car Free Day melalui program Minggu Seru Bersama Buku, hingga aplikasi Pustaka Getanyo.

Syukriah berharap orang tua lebih aktif mendampingi anak dalam penggunaan gadget serta membangun komunikasi terbuka di lingkungan keluarga. “Pengawasan terbaik datang dari penanaman nilai agama dan etika yang kuat sejak dini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....