Unisma Tambah Guru Besar Baru Bidang Biomedik Farmasi

  • 13 Mei 2026 14:47 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menambah jumlah Guru Besar. Pada hari Sabtu (9/5/2026) yang lalu melalui Rapat Terbuka Senat dalam Rangka pengukuhan tiga Guru Besar Baru yang dipimpin langsung Rektor UNISMA Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd, PhD.

Acara pengukuhan ini menjadi momen bersejarah bagi kampus hijau dengan bertambahnya beberapa pakar di lingkungan akademis. Salah satu akademisi terbaik yang dikukuhkan sebagai Guru Besar adalah Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes di ranting ilmu atau Kepakaran Biomedik Farmasi. Bidang ini krusial sebagai pilar pengembangan obat dan pemahaman mekanisme kerja senyawa aktif pada tubuh manusia.

Prof. Yudi merupakan Guru Besar pertama Program studi Farmasi sekaligus Fakultas Kedokteran di home base nya UNISMA. Apoteker lulusan Fakultas Farmasi UNAIR ini mengangkat topik “Fitokonstituen anti-inflamasi untuk pengobatan Diabetes Mellitus dan komplikasinya” pada orasi ilmiahnya. Dalam orasi tersebut dipaparkan pencarian senyawa obat dari tumbuhan yang mampu menghambat inflamasi metabolik untuk mencegah perkembangan Diabetes mellitus dan komplikasinya.

Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes di ranting ilmu atau Kepakaran Biomedik Farmasi, Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P dari bidang Ilmu Kepakaran Fisiologi Tumbuhan dan Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P dari bidang Ilmu Kepakaran Pengembangan Masyarakat Agribisnis dikukuhkan Guru Besar Unisma (Foto: Unisma)

Pada risetnya Prof. Yudi melakukan kolaborasi dengan College of Life Science, Ritsumeikan University, Japan bersama Prof. Mikio Nishizawa, MD, PhD untuk mendapatkan fitokonstituen anti-inflamasi yang aman dan potensial. Publikasi riset Prof. Yudi dalam jurnal internasional bereputasi cukup tinggi dengan h-index scopus 8 yang mengindikasikan banyaknya karya beliau disitasi.

“Riset di bidang kesehatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat bukan hanya berhenti sebagai publikasi akademik,” ujar alumni Program Doktor Ilmu Biomedik FKUB ini kepada www.rri.co.id, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, tantangan dunia kesehatan semakin kompleks sehingga perguruan tinggi dituntut menciptakan inovasi berbasis penelitian yang aplikatif dan kolaboratif. Prof. Yudi optimis dengan penguatan budaya riset di UNISMA dapat memperluas kontribusi kampus dalam dunia kesehatan baik nasional maupun internasional. Beliau berharap kampus tidak hanya mencetak lulusan tapi menghadirkan penemuan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Pada Rapat Terbuka Senat juga dikukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P dari bidang Ilmu Kepakaran Fisiologi Tumbuhan dan Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P dari bidang Ilmu Kepakaran Pengembangan Masyarakat Agribisnis. Ketiga Guru Besar Baru ini adalah mesin utama penggerak untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi secara keseluruhan ujar Rektor UNISMA Prof. Junaidi Mistar. Bagi Prof Yudi, gelar Guru Besar bukan akhir perjalanan akademik melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi peradaban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....