Fotografi Jurnalistik Dituntut Seimbangkan Estetika dan Fakta

  • 26 Apr 2026 12:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Dilema antara mengejar keindahan visual dan menangkap keaslian momen menjadi tantangan yang kerap dihadapi fotografer jurnalistik. Hal itu mengemuka dalam dialog “Jaga Malam” RRI Jember bersama perwakilan UKM Pers Kampus (UKMPK) Tegalboto Universitas Jember pada Kamis 23 April 2026.

Koordinator Redaktur Artistik UKMPK Tegalboto, Ardan Firdaus, mengatakan fotografi jurnalistik tidak hanya berbicara soal gambar yang menarik secara visual, tetapi juga soal ketepatan menangkap momen bernilai berita.

“Momentum tetap menjadi yang utama. Tanpa momen, foto kehilangan konteks jurnalistiknya,” ujarnya.

Menurut Ardan, estetika seperti pencahayaan, komposisi, dan sudut pengambilan gambar tetap penting, namun berfungsi sebagai penguat agar pesan visual lebih efektif diterima audiens.

Ia menjelaskan, dalam situasi liputan yang dinamis seperti demonstrasi atau kondisi chaos, fotografer dituntut bergerak cepat tanpa banyak waktu mengatur komposisi.

“Yang paling penting objek tertangkap jelas dan tidak blur, karena itu menyangkut kredibilitas karya jurnalistik,” katanya.

Sementara itu, Staf Redaktur Artistik UKMPK Tegalboto, Reza Riansah, menilai fotografer jurnalistik juga harus menjaga keseimbangan antara idealisme artistik dan kejujuran fakta.

“Jangan sampai mengejar nilai seni justru mengubah realitas yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan teknis menjadi kunci, termasuk memahami kapan menggunakan pengaturan manual dan kapan harus beralih ke mode yang lebih cepat demi menangkap momen krusial.

Dalam diskusi tersebut, keduanya menekankan pentingnya membangun insting jurnalistik melalui jam terbang yang tinggi, penguasaan perangkat, dan memperkaya referensi visual dari karya fotografer profesional.

Selain kemampuan teknis, kepekaan sosial juga dinilai penting bagi seorang jurnalis visual agar mampu memahami konteks peristiwa yang diliput.

Menurut Ardan, fotografi jurnalistik ideal adalah ketika momen yang kuat dapat dikemas dengan visual efektif tanpa mengorbankan akurasi dan fakta.

“Fotografer pada dasarnya menjadi saksi melalui lensa, sehingga integritas tetap menjadi hal utama,” ucapnya.

Melalui berbagai pelatihan dasar hingga lanjutan, UKMPK Tegalboto terus mendorong lahirnya jurnalis kampus yang memiliki keterampilan visual sekaligus karakter yang berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....