Dampak Screentime Tinggi, Gen Z Canggung Berinteraksi di Dunia Nyata
- 25 Apr 2026 10:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Gen Z atau Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 berisiko kehilangan rasa percaya diri mereka. Hal ini terjadi akibat gen Z terlalu sering berinteraksi di dunia digital sehingga kepercayaan diri saat berinteraksi dengan orang lain sangat minim.
Temuan tersebut diungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Robert Harrison dari ACS International Schools. Ia menjelaskan bahwa kepercayaan diri gen Z perlahan mulai tergerus meskipun sebenarnya kemampuan komunikasi mereka tidak hilang sepenuhnya.
"Generasi ini tidak kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi. Namun, mereka berisiko kehilangan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk berkomunikasi secara efektif," ujarnya, seperti dilansir Female First.
Saat berinteraksi dengan orang lain Gen Z juga disebut cenderung takut untuk berjabat tangan. Sebanyak 24 persen Gen Z yang tergabung dalam survei mengaku merasa canggung untuk melakukan adegan tersebut dan memilih untuk mengindarinya.
Lalu lebih dari sepertiga responden juga mengaku mereka kesulitan melakukan kontak mata saat berinteraksi dengan orang lain. Padahal berjabat tangan dan kontak mata adalah gesture sederhana yang biasa dilakukan saat seseorang berinteraksi.
Hal lain yang lebih mengejutkan adalah saat 75 persen responden mengatakan interaksi tatap muka merupakan hal yang sangat menantang. Bahkan saat aktivitas sehari-hari seperti membuka pintu saat bel rumah berbunyi dan berbasa basi dengan orang lain akan sangat mereka hindari.
Sebagian dari mereka percaya jika interaksi digital seperti komunikasi lewat chat dan emoji dapat mengganti interaksi langsung. Fenomena ini dikaitkan dengan intensitas mereka bermain gadget dan tingginya screentime.
Para orangtua juga menyadari perubahan kepercayaan diri yang terjadi pada remaja di generasi ini. Oleh karena itu orangtua dan institusi pendidik sangat berperan untuk membantu membangun kembali kepercayaan diri yang hilang tersebut.
"Sekolah yang memahami hal ini dan langsung mengambil langkah akan mampu membekali siswa untuk berkembang di dunia nyata," kata Dr. Robert Harrison.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun komunikasi digital menawarkan kemudahan dan kecepatan, interaksi secara langsung tetap memegang peranan penting. Dalam berbagai aspek kehidupan baik hubungan pribadi, pertemanan, maupun ranah profesional interaksi tatap muka tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....