Kekeringan Air Mulai Dirasakan, Petani Bunguran Bertahan

  • 02 Apr 2026 20:00 WIB
  •  Ranai

RRI.CO ID.Natuna – Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Natuna, khususnya di Kecamatan Bunguran Tengah. Kondisi cuaca panas berkepanjangan tidak hanya memicu kebakaran lahan, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih masyarakat.

Camat Bunguran Tengah, Suhendrik, menjelaskan bahwa secara umum kondisi pertanian di wilayahnya masih relatif aman, terutama di desa yang memiliki akses irigasi. Aliran air dari irigasi bendungan Pape hingga saat ini menurutnya masih berjalan lancar dan mampu menopang kebutuhan petani.

“Untuk petani di Bunguran Tengah, khususnya di desa yang memiliki irigasi, alhamdulillah masih aman. Air dari irigasi masih mengalir dan mencukupi kebutuhan pertanian,” ujarnya Rabu 1 April 2026.

Namun demikian, kondisi berbeda terjadi di Desa Harapan Jaya yang mulai terdampak kekeringan. Di beberapa titik, petani mengalami kesulitan air sehingga terpaksa menunda aktivitas bercocok tanam, terutama untuk komoditas palawija seperti cabai.

Suhendrik mengungkapkan, luas lahan yang terdampak kekeringan diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Meski tidak seluruhnya terdampak, kondisi ini tetap menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi hasil panen petani.

Sebagai langkah antisipasi, para petani setempat mulai menggali sumur lebih dalam di sekitar lahan pertanian guna mendapatkan sumber air tambahan. Upaya ini dilakukan agar tanaman yang sudah ditanam tetap dapat bertahan dan tidak mengalami gagal panen.

“Petani sudah cukup siap menghadapi kondisi ini. Mereka menggali sumur lebih dalam untuk mendapatkan air, terutama di lahan yang mulai kering,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....