Ribuan Umat Katolik Manokwari Rayakan Minggu Palma dengan Khidmat

  • 30 Mar 2026 19:22 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Nuansa khidmat dan penuh makna menyelimuti Gereja Ko-Katedral Santo Agustinus Manokwari saat ribuan umat Katolik berkumpul merayakan Misa Minggu Palma, Minggu 29 Maret 2026.

Perayaan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pintu masuk menuju Pekan Suci yang sarat refleksi iman. Sejak pagi, halaman SD YPPK Santa Sisilia Manokwari telah dipenuhi umat dari berbagai penjuru kota. Dengan menggenggam daun palma, mereka mengikuti prosesi perarakan menuju gereja, berjalan perlahan sambil melantunkan nyanyian pujian. Lambaian daun palma yang bergerak serempak menciptakan suasana yang hidup, seakan menghadirkan kembali peristiwa Yesus memasuki Yerusalem.

Di tengah suasana yang sakral itu, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Goklian Paraduan Haposan Lumban Gaol, didampingi Pastor Stefanus Alo. Dalam homilinya, Pastor Goklian mengajak umat menyelami makna kerendahan hati yang ditunjukkan Yesus, yang memilih memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai, bukan simbol kekuasaan.

“Pemimpin yang ideal adalah seperti Yesus, pemimpin yang penuh cinta dan kerendahan hati, serta membawa damai bagi umatnya,” ungkapnya di hadapan umat.

Lebih dari sekadar simbol, daun palma yang dipegang umat disebutnya sebagai tanda komitmen iman. Ia mengingatkan, iman sejati tidak berhenti pada seremoni, melainkan tercermin dalam sikap hidup sehari-hari dalam kesederhanaan, kesetiaan, dan kasih terhadap sesama.

Melalui pembacaan Kisah Sengsara, umat diajak masuk dalam perenungan mendalam. Pastor Goklian menyoroti dinamika hati manusia yang mudah berubah dari sorak “Hosana” menjadi “Salibkan Dia”, sebuah cermin yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Kisah ini mengajak kita bercermin: apakah kita juga mudah berubah dan menghakimi sesama? Atau kita mampu setia dalam kasih?” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa penderitaan yang dijalani Yesus bukanlah tanda kekalahan, melainkan wujud kasih yang tak terbatas. Bahkan dalam pengkhianatan, kasih tetap menjadi jalan yang dipilih.

Menutup homilinya, Pastor Goklian mengajak umat untuk hidup konsisten antara kata dan perbuatan, serta berani berjalan dalam iman meski masa depan penuh ketidakpastian.

“Mari kita menjadi pribadi yang setia. Ketika kita bersandar pada salib Tuhan, kita percaya mampu melewati setiap tantangan hidup,” pesannya.

Perayaan Minggu Palma ini berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjadi awal yang reflektif bagi umat Katolik di Manokwari dalam memasuki rangkaian Tri Hari Suci, sebuah perjalanan iman yang mengajak setiap pribadi untuk kembali pada makna pengorbanan, kasih, dan harapan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....