Sejarah Hari Perempuan Internasional dan Tema 2026
- 07 Mar 2026 16:14 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Setiap tanggal 8 Maret secara global diperingati sebagai Hari Hari Perempuan Internasional. Peringatan ini menjadi momen melawan diskriminasi, mendorong partisipasi setara, dan memperjuangkan hak asasi perempuan di seluruh dunia.
Melansir dari International Women’s Day, Hari Perempuan Internasional bermula pada awal abad ke-20 dari gerakan buruh di Amerika Utara dan Eropa, yang berfokus pada hak pilih perempuan dan kondisi kerja. Diusulkan oleh Clara Zetkin pada tahun 1910, peringatan ini pertama kali diadakan pada tahun 1911 dan diakui secara resmi oleh PBB pada tahun 1977.
Tahun ini, tema Hari Perempuan Internasional adalah “Give To Gain”, yang menekankan kekuatan timbal balik dan dukungan. Ketika orang, organisasi, dan komunitas memberi dengan murah hati, peluang dan dukungan bagi perempuan meningkat.
Memberi bukanlah pengurangan, melainkan perkalian yang disengaja, ketika perempuan berkembang, kita semua ikut maju. Baik melalui donasi, pengetahuan, sumber daya, infrastruktur, visibilitas, advokasi, pendidikan, pelatihan, bimbingan, atau waktu, berkontribusi pada kemajuan perempuan membantu menciptakan dunia yang lebih suportif dan saling terhubung.
Setiap orang di mana pun dapat membantu mewujudkan kesetaraan bagi perempuan. Aksi kolektif dan dukungan kolaboratif untuk mewujudkan kesetaraan perempuan sangat penting, dan semua kelompok harus dipersilakan untuk memajukan kesetaraan perempuan dengan cara apa pun yang mereka pilih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....