Festival Lampion Cap Go Meh Digelar
- 14 Feb 2026 09:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Timur akan menggelar Festival Cap Go Meh dan Lampion pertama di NTT pada 6 hingga 8 Maret 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Jalan Eltari, Kota Kupang, dengan penutupan sementara satu jalur jalan selama acara berlangsung.
Bobby Lianto, yang juga bagian dari panitia, kepada RRI, Sabtu, 14 Februari 2026 mengatakan festival digelar selama tiga hari, mulai Jumat sore hingga Minggu malam, bertepatan dengan momentum Car Free Day pada Sabtu pagi. Ratusan lampion bernuansa merah khas Imlek akan menghiasi kawasan tersebut dalam konsep Festival Lampion Food Street.
Menurut Bobby, festival ini merupakan usulan Gubernur NTT sebagai wujud harmoni dalam keberagaman, menyusul semarak hiasan Natal di lokasi yang sama pada akhir 2025 lalu. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan sekaligus mendorong sektor pariwisata dan pelaku UMKM di Kota Kupang.
Beragam agenda disiapkan, mulai dari lomba menyanyi dan menari untuk anak-anak dan remaja, penampilan artis lokal, hingga atraksi barongsai dan liong. Konsep festival kuliner juga dihadirkan dengan sajian makanan Nusantara, baik halal maupun nonhalal, termasuk lontong Cap Go Meh dan kuliner khas Tionghoa lainnya.
Bobby menjelaskan, Cap Go Meh merupakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ke-15 bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa. Secara etimologis, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang berarti malam ke-15 dan identik dengan perayaan lampion sebagai simbol syukur, harapan, serta penolak bala.
Melalui festival ini, PSMTI NTT ingin memperkenalkan makna budaya Cap Go Meh kepada masyarakat luas sekaligus mempererat kebersamaan lintas etnis dan agama. Panitia menargetkan ribuan pengunjung akan memadati kawasan Jalan Eltari selama tiga hari pelaksanaan festival.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....