Dekranasda NTB Resmikan Program Konveksi Warga Binaan Lapas Lobar

  • 13 Feb 2026 11:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Sebuah terobosan artistik lahir dari balik jeruji besi Lapas Kelas IIA Lombok Barat. Bukan sekadar pembinaan biasa, para warga binaan kini bertransformasi menjadi perajin konveksi profesional yang mampu menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Fenomena ini menarik perhatian Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, yang hadir langsung meresmikan Program Pembinaan Kemandirian Konveksi, Jumat 13 Februari 2026.

Kejutan muncul saat produk unggulan bernama "Batik Tulis Gembok" dipamerkan. Motif yang dihasilkan memiliki karakter kuat yang berbeda dari batik pada umumnya di Nusa Tenggara Barat. Usut punya usut, detail tajam dan perpaduan warna berani tersebut lahir dari tangan dingin para warga binaan yang memiliki latar belakang sebagai seniman tato.

Sinta Agathia mengaku terpukau dengan estetika produk yang dihasilkan. Menurutnya, ada jiwa seni yang sangat spesifik yang dituangkan dalam setiap helai kain batik tersebut, sehingga menciptakan diferensiasi produk di pasar nasional.

“Kenapa ini bisa bagus banget? Karena ternyata di sini ada penato yang jago menato. Jadi dari keahliannya menato ini bisa berbagi ke temannya, diturunkan ke batiknya. Dan itu memang unik, tidak banyak saya lihat di batik-batik NTB model yang seperti ini,” sebutnya dengan nada kagum.

Bagi Sinta, program ini bukan sekadar urusan produksi, melainkan tentang merawat harapan bagi mereka yang sedang menebus kesalahan. Ia ingin memastikan bahwa setelah bebas nanti, para warga binaan memiliki modal keterampilan yang membuat mereka diterima kembali oleh lingkungan.

“Saya percaya di mana kita memiliki harapan, di mana kita masih memiliki kemauan, maka di situlah harapan itu berada. Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama,” katanya.

Langkah Lapas Lombok Barat tidak berhenti pada pelatihan saja. Guna menjamin keberlanjutan ekonomi, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Segara Mitra Utama. Langkah ini menjadi jembatan agar produk narapidana bisa diserap oleh pasar industri secara luas.

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Agung Krisna, menegaskan sinergi ini adalah bentuk implementasi pembinaan berbasis produktivitas.

“Sinergi dengan Dekranasda dan mitra swasta merupakan bentuk implementasi pembinaan berbasis produktivitas. Ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk menyiapkan warga binaan agar kembali ke masyarakat secara lebih baik,” kata Agung.

Hal senada diungkapkan Kalapas Lombok Barat, M. Fadli, yang menekankan pentingnya relevansi pasar dalam setiap program kemandirian.

“Kami ingin hasil pembinaan benar-benar relevan dengan pasar. Kerja sama dengan mitra swasta menjadi jembatan agar keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat terserap dan bernilai nyata,” ucapnya.

Program konveksi dan batik tulis ini diharapkan menjadi model percontohan nasional dalam hal penguatan ekonomi produktif di lingkungan pemasyarakatan. Dengan bekal keahlian yang mumpuni, para warga binaan diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata saat kembali ke masyarakat kelak.

“Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....