Polije Jalin Kerja Sama dengan PLTSa Bantar Gebang

  • 12 Feb 2026 22:46 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Politeknik Negeri Jember (Polije) menjalin kerja sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantar Gebang dalam pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis pengolahan sampah. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis Polije dalam mewujudkan kampus mandiri energi sekaligus mendukung program Green Campus dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kerja sama tersebut melibatkan Program Studi Teknik Energi Terbarukan (TET) Polije yang mengembangkan sistem konversi sampah, baik organik maupun anorganik, menjadi energi listrik. Teknologi yang diterapkan memanfaatkan proses pembakaran sampah untuk menghasilkan uap, kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin generator sebagai sumber pembangkit listrik.

Anggota Dewan Pertimbangan Polije, Ir. Michael Joko Wibowo, M.T., menegaskan bahwa Polije memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk merealisasikan teknologi tersebut di lingkungan kampus.

“Teknologi ini sangat memungkinkan diterapkan di Polije dengan dukungan dosen-dosen yang memiliki kompetensi di bidang TET, sehingga sampah yang belum terolah dapat ditekan hingga mendekati konsep zero waste,” ujar Michael Kamis, 12 Februari 2026.

Sementara itu, Ketua Tim SDGs Polije, Wendy Triadji Nugroho, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., menilai sinergi dengan PLTSa Bantar Gebang berperan penting dalam mempercepat penguatan budaya ramah lingkungan berbasis inovasi teknologi di lingkungan kampus.

“Sinergi ini menjadi langkah penting untuk mendukung terwujudnya Green Campus sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui penerapan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan,” kata Wendy.

Saat ini, fokus kolaborasi diarahkan pada pemantapan implementasi teknologi PLTSa secara mandiri di kawasan kampus. Ke depan, Polije menargetkan pengembangan prototipe mesin PLTSa hasil inovasi internal sebagai capaian konkret dari kerja sama tersebut.

Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen Polije dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis produksi yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....