Dukung MBG, Dosen UB Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Sumberporong

  • 20 Jul 2026 12:58 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penguatan ketahanan pangan keluarga dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berangkat dari hal tersebut, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk "Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Potensi Desa Sumberporong" di Desa Sumberporong, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang melibatkan kader PKK dan Posyandu ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga dan peluang ekonomi masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian, Hary Sudjono, S.Si., M.T. mengatakan, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi pangan, tetapi juga perlu diikuti peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, agar mampu mengolah pangan lokal menjadi menu bergizi untuk keluarga sekaligus memiliki nilai ekonomi," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui edukasi gizi, pemanfaatan pangan lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Dapur Digital, yakni penyusunan katalog resep bergizi berbasis QR Code yang memuat berbagai olahan dari produk unggulan Desa Sumberporong.

“Melalui katalog digital tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai resep sehat secara mudah menggunakan telepon pintar,” ungkap Hary.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengembangan produk olahan UMKM berbasis pangan lokal sebagai salah satu pilar ketahanan pangan berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung membuat olahan pangan keluarga berupa camilan sehat dan bergizi yang dapat dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.

Kepala Desa Sumberporong, Idhinningrum, S.Sos., S.H., M.M. mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

"Kegiatan ketahanan pangan ini sangat menarik, apalagi ibu-ibu diajarkan praktik langsung mengolah pangan. Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menginspirasi lahirnya usaha baru yang memiliki nilai ekonomi," katanya.

Program pengabdian ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Brawijaya meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin. Tim pengabdian terdiri atas Hary Sudjono, S.Si., M.T. (Teknik Industri) sebagai ketua, Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc.(PSDKU Kediri), Dr. drg. Ranny Rachmawati, Sp.Periob (Kedokteran Gigi), Ir. Rahma Dara Lufira, S.T., M.T., IPM. (Teknik Pengairan), dan Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T.n(Teknik Industri).

"Terima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya (UB) atas pendanaan pada program Pengabdian kepada Masyarakat Strategis 2026," pungkas Hary.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....