Investasi Digital Pangan Lokal

  • 19 Jul 2026 06:53 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Investasi digital pada pangan lokal merupakan kunci utama untuk memperluas akses modal, memodernisasi rantai pasok, dan melipatgandakan pendapatan UMKM daerah.

Timor Moringa, sebuah kewirausahaan sosial asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah berhasil mengolah daun kelor (Moringa oleifera) menjadi komoditas unggulan bernilai jual tinggi seperti teh celup,cokelat,kapsul hingga kopi instan.

Founder UMKM Timor Moringa, Meybi Agnesya Neolaka, kepada rri.co.id, Jumat 17 Juli 2026 menekankan,pentingnya kemandirian ekonomi dan mengubah stigma daun kelor (marungga) dari sekadar pakan ternak menjadi komoditas bisnis menguntungkan. Menurutnya, memaksimalkan potensi alam yang melimpah memungkinkan masyarakat lokal untuk berdaya.

‘’Tanaman lokal ini menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi,sekaligus mampu memberdayakan masyarakat sekitar untuk mandiri secara finansial melalui pemanfaatan potensi alam yang melimpah,’’ ujarnya.

Menurut Meybi, strategi hilirisasi pangan lokal kelor mencakup aspek penting dari hulu ke hilir. NTT memiliki potensi kelor terbaik dunia karena faktor iklim, sehingga peluang pasar premium sangat besar.

‘’Tanaman Kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kualitas premium dunia akibat paparan Ultra Violet(UV) tinggi dan kondisi tanah spesifik,sehingga hilirisasi dari hulu ke hilir menjadi kunci utama untuk menembus pasar global,’’ ucap Meybi.

Harapan keberlanjutan dari founder Timor Moringa tersebut melalui Strategi Akselerasi Investasi & Hilirisasi berfokus pada transformasi tanaman kelor lokal menjadi komoditas superfood berstandar global guna memutus rantai kemiskinan dan stunting di NTT.

‘’Sebagai usaha sosial,keberlanjutan tidak hanya diukur dari profit, melainkan dari dampak sirkular ekonomi bagi masyarakat adat dan pelestarian lingkungan,’’ucapnya.

Sebagai sebuah kewirausahaan sosial asal NTT, Timor Moringa yang didirikan oleh Meybi Agnesya, menaruh harapan besar pada strategi akselerasi investasi dan hilirisasi. ’’Harapan keberlanjutan berfokus pada transformasi daun kelor dari sekadar pangan lokal subsisten menjadi komoditas industri bernilai tambah tinggi global yang menyejahterakan masyarakat lokal,’’ tutur Meybi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....