Regenerasi Pengrajin Tihar Perlu Dukungan
- 18 Jul 2026 09:15 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Budayawan Belu Pius Fahik menyoroti minimnya regenerasi pengrajin tihar di wilayah Kabupaten Belu saat. Demikian disampaikannya kepada rri.co.id Kamis, 17 Juli 2026.
"Kondisi begini menurut saya mengancam kelestarian alat musik tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Belu," tuturnya.
Menurutnya, generasi muda semakin kurang tertarik mempelajari keterampilan membuat tihar secara tradisional hingga kini. Padahal kerajinan tersebut memiliki peluang ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya leluhur Belu tetap lestari.

Pius mengaku selalu membuka kesempatan bagi siapa pun mempelajari proses pembuatan tihar secara langsung. Namun ajakan tersebut belum mendapat sambutan positif dari kalangan generasi muda di lingkungan sekitarnya.
"Saya siap mengajari siapa saja belajar membuat tihar tanpa biaya kepada masyarakat, mari bersama melestarikan budaya sambil meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kerajinan tradisional Belu bersama," katanya.
Ia meminta pemerintah desa dan kelurahan menginisiasi pelatihan kerajinan budaya secara berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting menciptakan regenerasi pengrajin sekaligus memperkuat ekonomi berbasis budaya lokal berkelanjutan.
"Pemerintah desa perlu membentuk kelompok pelatihan kerajinan budaya bagi generasi muda sekarang karena generasi pengrajin menjadi langkah penting menjaga identitas budaya Belu tetap lestari bersama," tuturnya.
Pelestarian budaya membutuhkan komitmen seluruh pihak agar warisan leluhur tetap hidup sepanjang masa bagi. Regenerasi pengrajin menjadi harapan menjaga identitas Belu sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat lokal berkelanjutan.
Selain tihar, Pius Fahik juga mendorong pelestarian kerajinan pedang tradisional sebagai pasangan tarian Likurai Belu. Menurutnya kedua warisan budaya tersebut tidak dapat dipisahkan dalam tradisi masyarakat sejak dahulu kala.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....