Guru SMAK St. Yoseph Kalabahi Dukung Keberlanjutan MBG Bagi Pelajar Indonesia

  • 29 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Guru SMAK St. Yoseph Kalabahi, Markus Kari, berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berlanjut karena dinilai memberikan manfaat besar bagi para pelajar. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

Markus mengatakan program MBG sebaiknya tetap dijalankan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan nasional. Ia menilai selama program tersebut memberi dampak positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan, maka keberlanjutannya perlu dipertahankan.

“Kalau program ini sudah berjalan baik seperti sekarang, ya ngapain berhenti? Harus terus berlanjut walaupun nanti presiden berganti. Kalaupun memang program ini dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pelajar, maka harus terus dilanjutkan,” ujar Markus Kari. Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menjelaskan, manfaat program MBG tidak hanya dirasakan siswa tingkat SMA, tetapi juga mulai dari anak PAUD, balita, hingga ibu menyusui. Menurutnya, program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi.

“Menurut saya ini sangat baik karena negara hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu saya berharap program ini terus berlanjut. Saya juga berharap anak-anak di wilayah pelosok seperti Pantar dan daerah pegunungan bisa ikut merasakan manfaat program ini,” katanya.

Markus mengaku mendapat informasi bahwa tim dari Badan Gizi Nasional telah melakukan survei di sejumlah wilayah 3T untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung kesiapan program tersebut agar pelaksanaan MBG bisa menjangkau seluruh desa di Kabupaten Alor, termasuk wilayah terpencil.

Selain itu, Markus juga berharap kebijakan pemberian porsi MBG bagi guru dapat segera direalisasikan. Menurutnya, para guru juga membutuhkan dukungan asupan makanan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar di sekolah. Ia menegaskan kehadiran MBG tidak perlu dipandang negatif, termasuk anggapan bahwa siswa datang ke sekolah hanya untuk mendapatkan makanan, karena pada dasarnya program tersebut hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para pelajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....