Luas Tanam dan Panen Padi Ende Menurun akibat Hama Tikus
- 16 Jul 2026 15:35 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Luas tanam dan luas panen padi di Kabupaten Ende selama periode Januari hingga Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi serangan hama tikus pada musim tanam pertama (MT I) yang menyebabkan sebagian lahan gagal tanam dan menggeser jadwal panen di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean, mengatakan luas panen padi Januari–Juni 2026 tercatat mencapai 5.069,01 hektar. Luasan itu berkurang sekitar 255,34 hektar dibandingkan Januari–Juni 2025 yang mencapai 5.324,35 hektar.
Menurut Ibrahim, penurunan luas panen terjadi di sejumlah kecamatan dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan. Meski demikian, beberapa wilayah masih mampu mencatatkan peningkatan luas panen sehingga dampaknya tidak merata di seluruh Kabupaten Ende.
Selain luas panen, luas tanam padi juga mengalami penurunan dari 4.833,33 hektar pada Januari–Juni 2025 menjadi 4.575,99 hektar pada periode yang sama tahun 2026. Penurunan seluas sekitar 257,34 hektar terutama terjadi di Kecamatan Maurole, Detukeli, dan Wewaria, sementara Kecamatan Maukaro, Wolojita, dan Kelimutu justru mencatat peningkatan luas tanam.
Ibrahim menjelaskan, serangan hama tikus pada area persemaian menjadi penyebab utama berkurangnya luas tanam. Akibat serangan tersebut, sebagian petani harus melakukan penanaman ulang sehingga jadwal tanam bergeser dan tanaman belum memasuki masa panen pada waktu yang sama seperti tahun sebelumnya.
"Kondisi itu menyebabkan luas panen yang tercatat hingga Juni 2026 menjadi lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena sebagian tanaman masih berada pada fase pertumbuhan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 15 Juli 026.
Meski menghadapi penurunan luas tanam dan panen, kinerja sektor pertanian Kabupaten Ende masih menunjukkan hasil yang positif. Data Dinas Pertanian mencatat produktivitas rata-rata padi mencapai 5,17 ton per hektar dengan total produksi sebesar 30.543,78 ton selama Januari–Juni 2026.
Kontribusi produksi terbesar berasal dari Kecamatan Wewaria, Kotabaru, dan Maurole yang hingga kini masih menjadi sentra produksi padi di Kabupaten Ende. Capaian tersebut dinilai mampu menjaga pasokan produksi meskipun sebagian lahan terdampak gangguan pada musim tanam pertama.
Sementara itu, data prognosa Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juli 2026 mencatat luas panen sekitar 4.142,7 hektar dengan estimasi produksi sebesar 17.794,1 ton. Ibrahim menjelaskan perbedaan angka tersebut muncul karena BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang bersifat proyeksi, sedangkan data Dinas Pertanian merupakan realisasi berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Ia menegaskan kedua data tersebut tidak saling bertentangan karena menggunakan pendekatan yang berbeda. Dinas Pertanian berharap musim tanam berikutnya berlangsung lebih baik sehingga target produksi padi Kabupaten Ende pada 2026 tetap dapat tercapai meskipun musim tanam pertama sempat terganggu oleh serangan hama tikus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....