Kemenag Ende Tanamkan Moderasi Beragama sejak Usia Dini Anak

  • 16 Jul 2026 15:36 WIB
  •  Ende

RRI.O.ID, Ende – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ende melalui Penyuluh Agama Katolik terus memperkuat upaya membangun kerukunan dengan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada anak-anak sejak usia dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Lokoboko, Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Rabu 15 Juli 2026.

Sosialisasi menyasar para siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter yang menghargai keberagaman. Anak-anak diajak memahami pentingnya sikap toleran, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan.

Materi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia peserta melalui metode interaktif. Penyuluh mengemas kegiatan dalam bentuk dongeng, nyanyian bersama, serta permainan edukatif yang mengangkat tema kebersamaan dan saling menghargai.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, para siswa dikenalkan pada makna keberagaman suku, budaya, dan agama sebagai kekayaan bangsa. Mereka juga diajak memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling bermusuhan maupun melakukan perundungan atau bullying.

Kepala SDK Lokoboko, Magdalena Piri, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Kemenag Ende tersebut. Menurutnya, kehadiran para penyuluh menjadi pengalaman berharga bagi sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik.

"Ini menjadi kesempatan perjumpaan luar biasa dari Kementerian Agama yang menghadirkan wajah Moderasi dan Cinta bagi sekolah kami. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kerja sama selanjutnya," ujar Magdalena.

Kemenag Kabupaten Ende menilai penanaman moderasi beragama sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi kehidupan masyarakat yang rukun pada masa mendatang. Pendidikan nilai-nilai toleransi sejak bangku sekolah dasar diharapkan mampu membentuk generasi yang terbuka terhadap perbedaan.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Ende menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang inklusif, menghargai keberagaman, serta berperan aktif menjaga kerukunan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....