Gerakan Puan Pangan Bangun Kebanggaan terhadap Pangan Lokal

  • 15 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende: Gerakan Puan Pangan terus membangun kesadaran masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, untuk kembali mengenal serta mengonsumsi pangan lokal. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan pangan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya.

Project Leader Gerakan Puan Pangan, Is Beribe, Rabu, 15 Juli 2026 mengatakan kaum perempuan, khususnya mama-mama di desa, memberikan respons yang sangat positif terhadap gerakan tersebut. Menurutnya, proses pendokumentasian cerita dan pengetahuan mereka tentang pangan lokal telah membangkitkan rasa bangga sekaligus semangat untuk kembali melestarikan pangan tradisional.

"Ketika kisah dan pengetahuan mereka kami dokumentasikan, mama-mama merasa bangga. Semangat itu mendorong mereka kembali mengumpulkan benih pangan lokal, menanamnya di kebun, dan menyajikannya sebagai makanan sehat bagi keluarga," kata Is Beribe.

Ia menjelaskan, antusiasme tersebut turut mendorong masyarakat untuk kembali membudidayakan berbagai jenis tanaman pangan lokal yang sebelumnya mulai ditinggalkan. Langkah itu dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan sumber pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, respons generasi muda dinilai masih beragam. Anak-anak muda yang sejak kecil terbiasa mengonsumsi pangan lokal cenderung menerima gerakan tersebut dengan baik.

Namun, sebagian lainnya masih menganggap pangan tradisional sebagai makanan yang kuno dan kurang menarik. Menurut Is Beribe, tantangan tersebut disikapi melalui pendekatan bertahap dengan mengajak generasi muda mengenali kembali kekayaan pangan lokal di daerahnya.

Setelah mengenal, mereka didorong memahami bahwa pangan lokal merupakan bagian dari identitas budaya yang patut dijaga. Ia mencontohkan masyarakat di Kecamatan Nangapanda yang mulai kembali membudidayakan berbagai komoditas lokal, seperti ubi kuning dan sorgum.

Upaya tersebut tidak hanya memperkaya pilihan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian warisan leluhur. Is Beribe berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang bangga mengonsumsi pangan lokal.

Menurutnya, setiap pangan tradisional yang dikonsumsi bukan sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bentuk nyata dalam merawat budaya dan menjaga keberlanjutan pengetahuan leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....