Puan Pangan Awali Program dengan Riset Partisipatif di Timbazia dan Ondorea Barat
- 15 Jul 2026 15:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende: Program Puan Pangan mengedepankan riset partisipatif sebagai langkah awal dalam upaya pelestarian dan pengembangan pangan lokal di Kabupaten Ende. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menggali sekaligus mendokumentasikan pengetahuan masyarakat mengenai kekayaan pangan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Project Leader Puan Pangan, Maria Patrisia Wata Beribe, kepada RRI Rabu, 15 Juli 2026 mengatakan program tersebut tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses riset bersama masyarakat. Kegiatan itu melibatkan para ibu dan anak muda desa yang disebut sebagai Food Heroes atau Pahlawan Pangan.
"Kami tidak langsung mengajak masyarakat untuk menanam. Kami memulai dengan riset partisipatif bersama mama-mama dan anak-anak muda untuk menemukenali serta mendokumentasikan pengetahuan tentang pangan lokal yang mereka miliki," kata Is Beribe
Menurut Is Beribe, riset dilakukan di sejumlah desa, di antaranya Desa Saga, Desa Timbazia, dan Desa Ondorea Barat. Bersama masyarakat, tim Pua Pangan mempelajari seluruh siklus pangan lokal, mulai dari proses menanam, memanen, menyimpan, mengolah, hingga kebiasaan mengonsumsi pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, salah satu tahapan penting dalam riset tersebut adalah menyusun kalender musim pangan lokal. Melalui pemetaan dari Januari hingga Desember, masyarakat bersama tim peneliti mengidentifikasi waktu panen berbagai jenis pangan serta pengetahuan lokal mengenai pemanfaatan bahan pangan sesuai musim.
Dari proses tersebut terungkap berbagai kearifan lokal yang masih dipraktikkan masyarakat. Salah satunya adalah pengetahuan tentang waktu terbaik memanen tanaman pangan tertentu, termasuk Uta Soi yang dikenal masyarakat Desa Timbazia, serta pemanfaatan sekitar 30 jenis rempah-rempah untuk mengolah sayur, ikan, dan daging.
Maria menilai pengetahuan lokal tersebut perlu didokumentasikan secara tertulis agar tidak hilang seiring berjalannya waktu. Menurutnya, dokumentasi menjadi cara penting untuk memastikan pengetahuan yang selama ini diwariskan secara lisan dapat dipelajari dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Melalui pendekatan tersebut, Program Puan Pangan tidak hanya mendorong pelestarian pangan lokal, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menjadi dasar pengembangan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Ende.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....