Metode Asesmen Jadi Kunci Pendidikan Inklusif di Samarinda

  • 14 Jul 2026 06:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Setiap anak memiliki cara belajar dan tahapan perkembangan yang berbeda. Karena itu, penentuan layanan pendidikan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pengamatan sekilas. Bagi anak yang diduga memiliki hambatan perkembangan, asesmen menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan mereka memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki.

Di Kota Samarinda, proses asesmen menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan inklusi. Sebelum anak berkebutuhan khusus (ABK) direkomendasikan belajar di sekolah inklusi, guru terlebih dahulu melakukan proses screening atau identifikasi awal. Hal ini dilakukan saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Apabila ditemukan indikasi tertentu, anak akan dirujuk ke UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Psikolog UPTD PLDPI Kota Samarinda, Hanifa Timur Mawarizka, menjelaskan asesmen dilakukan secara menyeluruh agar rekomendasi yang diberikan sesuai dengan kondisi anak. Pemeriksaan tidak hanya melihat kemampuan akademik, tetapi juga perkembangan pada berbagai aspek lainnya.

"Asesmen dilakukan melalui observasi, tes kemampuan, wawancara dengan orang tua, hingga melihat perkembangan sosial, emosi, dan kemandirian anak. Hasilnya menjadi dasar dalam menentukan program pembelajaran yang tepat," ujar Hanifa kepada RRI Pro4 Samarinda.

Hasil asesmen akan memuat berbagai informasi penting, mulai dari kemampuan kognitif, komunikasi, adaptasi sosial, motorik hingga kondisi emosional anak. Dari hasil tersebut, psikolog juga memberikan rekomendasi pengembangan yang nantinya menjadi acuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran di sekolah.

Selain membantu sekolah, asesmen juga memberikan gambaran kepada orang tua mengenai kebutuhan anak. Sehingga orang tua dapat memberikan stimulasi di rumah, mengikuti terapi yang diperlukan dan mendukung proses belajar sesuai rekomendasi psikolog.

Hanifa menekankan, orang tua perlu menyadari perkembangan anaknya. Anak yang menunjukkan keterlambatan bicara, hambatan membaca dan berhitung sesuai usia atau mengalami gangguan adaptasi, sebaiknya segera menjalani pemeriksaan.

"Semakin cepat dilakukan asesmen, semakin cepat pula anak mendapatkan layanan yang sesuai. Untuk membantu anak berkembang sesuai potensinya," katanya.

Langkah asesmen tersebut menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan inklusi, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....