Produktivitas Padi Ende Turun ke 4,5 Ton per Hektare, Ini Penyebabnya

  • 10 Jul 2026 17:40 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Produktivitas padi di Kabupaten Ende pada musim panen 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu bergesernya musim tanam akibat serangan hama tikus pada masa persemaian, meski daerah ini dipastikan tidak mengalami gagal panen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), estimasi produktivitas padi di Kabupaten Ende tahun 2026 mencapai rata-rata 4,5 ton per hektare. Angka tersebut diperoleh dari luas lahan tanam sekitar 3.521,65 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah sentra pertanian.

Pada musim panen 2025, produktivitas padi di Kabupaten Ende tercatat mencapai rata-rata 5 ton per hektare. Dengan demikian, terjadi penurunan produktivitas sekitar 0,5 ton per hektare pada musim panen tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean, menjelaskan penurunan tersebut tidak disebabkan oleh gagal panen, melainkan akibat terganggunya musim tanam pada Musim Tanam I (MT I) periode Oktober–Maret. Menurutnya, serangan hama tikus di lokasi persemaian menyebabkan sebagian petani mengalami gagal tanam sehingga jadwal tanam bergeser.

Ia menjelaskan produktivitas merupakan kemampuan lahan menghasilkan panen yang diukur dalam satuan ton per hektare. Sementara produksi merupakan total hasil panen yang diperoleh dari seluruh luas lahan yang ditanami.

Gadir mengatakan standar produktivitas padi secara nasional berada pada kisaran 6 ton per hektare. Kabupaten Ende hingga kini belum mampu mencapai angka tersebut karena berbagai kendala yang terjadi di wilayah sentra produksi, terutama pada musim tanam pertama.

"Musim tanam lalu, kita sempat mengalami gagal tanam karena ada serangan hama tikus di tempat persemaian. Akibatnya musim tanam bergeser dan kondisi itu berpengaruh terhadap produktivitas saat panen," ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan gagal panen. Pemerintah Kabupaten Ende bersama Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian di setiap wilayah.

Menurut Gadir, intervensi pemerintah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus produksi padi pada musim tanam berikutnya. Pendampingan yang dilakukan penyuluh pertanian juga menjadi bagian dari strategi untuk membantu petani mengatasi berbagai kendala di lapangan dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....