Jembatan Lowolaka Mulai Dibangun, Warga Fataatu Timur Bersyukur

  • 10 Jul 2026 17:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Penantian panjang masyarakat Desa Fataatu Timur, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, untuk memiliki jembatan penghubung di Kali Lowolaka akhirnya mulai terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama pada Rabu 8 Juli 2026.

Kegiatan itu dipimpin Komandan Kodim 1602/Ende, Letkol Inf. Nugroho Susanto, S.I.P., dan dihadiri jajaran Kodim 1602/Ende, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Momen tersebut menandai dimulainya pembangunan infrastruktur yang selama ini dinantikan masyarakat di wilayah itu.

Kepala Desa Fataatu Timur, Isak Abel Do, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah merespons kebutuhan warga akan jembatan penghubung di Kali Lowolaka. Ucapan terima kasih itu ditujukan kepada Presiden, Gubernur NTT, Danrem, Bupati Ende, Dandim 1602/Ende, para pemangku kepentingan, serta media yang selama ini ikut mengawal aspirasi masyarakat.

Menurut Isak, kebutuhan pembangunan jembatan tersebut telah lama disuarakan karena akses warga kerap terputus saat debit air sungai meningkat. Aspirasi itu, kata dia, akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten.

Ia menjelaskan, pekerjaan pondasi Jembatan Perintis Garuda kini sudah dimulai dan dikerjakan secara gotong royong. Personel TNI bersama masyarakat setempat terlibat langsung dalam proses awal pembangunan jembatan tersebut.

Isak menegaskan, jembatan itu nantinya tidak hanya dimanfaatkan warga Desa Fataatu Timur, tetapi juga masyarakat dari desa-desa sekitar. Di antaranya warga Desa Aendoko, Desa Aelipo, dan sejumlah desa lain di Kecamatan Wewaria yang selama ini bergantung pada akses penyeberangan di Kali Lowolaka.

Kepada RRI melalui sambungan telepon seluler, Jumat 9 Jumat 2026 siang, Isak berharap pembangunan jembatan dapat selesai sesuai jadwal. Ia menilai kehadiran jembatan akan sangat membantu mobilitas warga, terutama saat musim hujan tiba.

“Kalau pembangunannya cepat selesai, masyarakat bisa segera menggunakan sehingga saat musim hujan tiba, anak-anak sekolah dan warga tidak perlu lagi menyeberangi sungai. Meskipun banjir, kami sudah bisa melintas melalui Jembatan Perintis Garuda ini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....