PGSD Uniflor Perkuat Kerukunan Beragama Melalui Kuliah Tamu Akademik

  • 09 Jul 2026 11:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores menggelar kuliah tamu, Rabu 8 Juli 2026 di Aula Pedagogi Universitas Flores. Kegiatan ini mengambil tema Strategi Merawat Kerukunan Antarumat Beragama Perspektif Kearifan Lokal Nusa Tenggara Timur.

Ketua Prodi PGSD FKIP Universitas Flores, Virgilius Bate Lina, S.Pd., M.Pd. mengatakan kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya merawat kerukunan antarumat beragama melalui penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Kegiatan itu bertujuan menghadirkan isu-isu aktual yang relevan sebagai bekal bagi mahasiswa PGSD menjadi calon guru sekolah dasar.

"Kuliah tamu ini kami gagas untuk menghadirkan isu-isu aktual yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar," ujarnya.

Virgilius kemukakan, kuliah tamu menghadirkan Pakar komunikasi antarbudaya dan agama dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag. sebagai narasumber utama. Kuliah tamu ini menjadi forum ilmiah untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam pemaparannya, Dahlan menegaskan kerukunan antarumat beragama tidak cukup diwujudkan melalui slogan toleransi semata. Menurutnya, kerukunan harus dibangun melalui komunikasi yang sehat, sikap saling menghargai, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur.

"Kerukunan antarumat beragama tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan saling menghargai, saling menyapa, dan saling menjaga dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Dahlan menegaskan NTT memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga harmoni kehidupan melalui tradisi lokal. Hubungan kekerabatan, penghormatan terhadap tokoh adat dan budaya hidup berdampingan telah diwariskan secara turun-temurun.

Ia juga menekankan agar mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik perlu memahami kerukunan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurut Dahlan, guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi kepada peserta didik sejak usia dini.

Selain itu, guru juga bertanggung jawab membangun sikap terbuka dan penghormatan terhadap keberagaman melalui proses pembelajaran. "Sekolah harus menjadi tempat pertama anak-anak belajar bahwa perbedaan agama, budaya, dan latar belakang bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan menghargai," katanya.

Kuliah tamu tersebut dihadiri Dekan FKIP Universitas Flores, Dr. Yosef Demon, M.Hum., Prof. Dr. Natsir B. Kotten, serta para dosen. Kegiatan itu juga diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Flores yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....