Gandeng Densus 88, Kemenag Mabar Gaungkan GeJur KEtAh di Katedral Roh Kudus

  • 06 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kantor Kemenag Kab. Manggarai Barat terus memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya melalui inovasi non-anggaran bertajuk "GeJur Ketai" (Gerakan Jumat Bersih Lingkungan Kantor dan Rumah Ibadah) yang memadukan reformasi birokrasi, penguatan moderasi beragama, serta implementasi program prioritas Kementerian Agama di bidang ekoteologi.

Program tersebut kembali digelar pada Jumat, 3 Juli 2026 dengan melibatkan Satuan Tugas Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah NTT dalam aksi gotong royong membersihkan Gereja Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Kegiatan yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Manggarai Barat, Tim Pencegahan Satgaswil Flores Densus 88 AT Polri, serta para penyuluh agama lintas iman itu menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun kerukunan umat beragama.

Kepala Kantor Kemenag Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi, menegaskan bahwa GeJur KEtAh bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi merupakan gerakan membangun budaya pelayanan publik yang humanis sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. "Program ini lahir dari semangat swadaya tanpa membebani anggaran negara. Keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi," katanya.

Fransiskus menjelaskan, sebelum dilaksanakan di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, program GeJur KEtAh juga telah menyasar rumah ibadah agama lain, yakni Pura Agung Giri Segara pada 29 Mei 2026 dan Masjid Nurul Falah Waemata pada 5 Juni 2026. Menurutnya, pola pelayanan bergilir tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam merawat kerukunan antarumat beragama melalui aksi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Flores Densus 88 AT Polri, Iptu Silvester Guntur, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai mampu menumbuhkan budaya toleransi sekaligus mencegah berkembangnya paham intoleransi di masyarakat. Menurutnya, kebersihan rumah ibadah hanyalah pintu masuk untuk membangun relasi yang lebih erat antarpemeluk agama.

Sebagai tindak lanjut, Densus 88 dan Kemenag Manggarai Barat tengah menyusun Nota Kesepahaman (MoU) serta merencanakan penyelenggaraan lomba lingkungan RT terbersih dan terasri di Kota Labuan Bajo menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Aksi gotong royong tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak Gereja Katolik. Vikaris Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, RD. Yohanes Sudir, mengaku terharu melihat keterlibatan ASN dari berbagai agama yang bersama-sama membersihkan lingkungan gereja.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bahwa toleransi tidak hanya diwujudkan melalui dialog, tetapi juga melalui aksi bersama yang membawa manfaat bagi masyarakat. Melalui konsistensi program GeJur KEtAh, Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat menegaskan bahwa reformasi birokrasi dapat berjalan beriringan dengan penguatan kerukunan umat beragama, pelayanan publik yang berdampak, serta kepedulian terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....