Melki Pacu NTT Jadi Pelopor Energi Bersih
- 30 Jun 2026 22:21 WIB
- Kupang
RRI CO.ID, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai memacu langkah menuju target Net Zero Emission (NZE) 2050 dengan menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Langkah ini diproyeksikan tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga membuka ekankan stasi hijau, memperkuat ketahanan energi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis energi terbarukan.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka Kickoff Meeting Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan NTT Menuju Net Zero Emission 2050 yang digelar oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) di Kupang, Selasa (30/6/2026).

Menurut Melki, perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat NTT, mulai dari musim kemarau yang semakin panjang, ancaman terhadap sektor pertanian dan perikanan, hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi. Karena itu, pembangunan sektor energi harus diarahkan pada sistem yang rendah karbon.
"Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan akan meningkatkan kebutuhan energi. Tantangannya adalah memastikan kebutuhan tersebut dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon," ujarnya.
Melki menilai penyusunan roadmap menjadi fondasi penting agar transisi energi di NTT memiliki arah yang jelas, mulai dari pemetaan kondisi kelistrikan saat ini, proyeksi kebutuhan listrik, potensi energi terbarukan, hingga strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Ia menegaskan, NTT memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan energi bersih nasional. Potensi tenaga surya, angin, air, hingga panas bumi tersebar di berbagai wilayah dan dapat menjadi penggerak pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu contoh keberhasilan yang disebutkan adalah Pulau Sumba melalui program Sumba Iconic Island, yang membuktikan bahwa energi surya, mikrohidro, biomassa, dan angin mampu menjadi motor pembangunan sekaligus memperluas akses listrik di wilayah kepulauan.
Sementara itu, Manager Program NTT NZE 2025 IESR, Muhammad Maghribul Falah, mengungkapkan hasil kajian lembaganya menunjukkan NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, dengan potensi tenaga surya mencapai lebih dari 338 gigawatt-peak (GWp) dan tenaga angin lebih dari 20 gigawatt (GW).
Menurutnya, besarnya potensi tersebut menjadi alasan kuat penyusunan roadmap dekarbonisasi perlu segera diselesaikan agar transisi energi di NTT berjalan terarah dan mampu mendukung target Net Zero Emission 2050.
Pemerintah Provinsi NTT berharap roadmap tersebut nantinya tidak hanya menjadi pedoman kebijakan sektor ketenagalistrikan, tetapi juga mempercepat masuknya investasi energi bersih, memperluas akses listrik hingga pulau-pulau kecil, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan.(As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....