Farmer Field Day BRMP TAKA Malang Hadirkan Teknologi Modern Pertanian Kacang

  • 30 Jun 2026 11:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP TAKA) menggelar Farmer Field Day di Kendalpayak, Kabupaten Malang. Acara bertema modernisasi teknologi tanaman aneka kacang ini berlangsung pada Selasa, (30/6/2026).

Kegiatan strategis ini bertujuan mengenalkan hasil inovasi rakitan teknologi pertanian kepada masyarakat secara luas.

Kepala Pusat Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, Haris Syahbuddin, mengapresiasi Farmer Field Day BRMP TAKA. Ia menyatakan pameran ini menyajikan perkembangan teknologi untuk komoditas pangan lokal.

Komoditas yang dikembangkan meliputi tanaman kedelai, kacang tanah, kacang hijau, hingga kacang koro. Haris menegaskan bahwa modernisasi teknologi sangat dibutuhkan untuk mendukung efisiensi sektor pertanian.

"Pendekatan ini mampu memangkas biaya anggaran, menghemat tenaga kerja, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan di masa depan," ujar Haris.

Dalam demonstrasi lapangan, panitia menampilkan alat tanam semi-otomatis yang digerakkan oleh motor listrik. Teknologi ini membuat proses menanam benih menjadi jauh lebih cepat dan presisi.

Para peserta juga menyaksikan display perakitan varietas unggul baru kedelai berukuran super besar. Calon galur kedelai tersebut saat ini sedang memasuki tahapan uji daya hasil. Hasil pemuliaan ini menghasilkan biji kedelai yang jauh lebih berat dibanding varietas biasa.

Sektor mekanisasi modern turut menampilkan penggunaan pesawat tanpa awak untuk perlindungan tanaman. Drone dan alat penyemprot pestisida tersebut dioperasikan secara praktis menggunakan remote control.

Selain itu, pihak balai memamerkan alat pengering otomatis untuk menjaga kualitas hasil pascapanen. "Mesin pengering model bergerak memiliki kapasitas tampung mencapai lima ratus kilogram sekali jalan. Untuk skala besar, tersedia mesin pengering permanen berkapasitas lebih dari dua ton," terang Haris.

Seluruh inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi kendala di lapangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan agenda temu wicara bersama petani. Sesi diskusi tersebut mengulas penentuan data produktivitas padi serta penerapan mekanisasi modern.

Kepala Balai, Nur Aini Herawati, berharap kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi petani. Edukasi interaktif ini diharapkan dapat mendorong akselerasi adopsi teknologi pertanian di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....