Fasilitas dan Penegakan Aturan Dinilai Kunci Atasi Persoalan Sampah
- 30 Jun 2026 04:01 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah daerah diharapkan memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan menyediakan fasilitas yang memadai sekaligus mengubah pola penanganan dari sekadar membuang menjadi mengolah sampah. Hal tersebut dijelaskan Aktivis lingkungan sekaligus Pendiri Karmapala, Hariri, kepada RRI Cirebon dalam beranda Astacita "GREEN RADIO" Sabtu 27 Juni 2026.
Menurutnya, persoalan sampah akan terus berulang apabila tidak dibarengi perubahan sistem yang berkelanjutan. Ia mengatakan penyediaan tempat sampah yang mudah dijangkau masyarakat menjadi salah satu langkah sederhana namun penting untuk membangun budaya membuang sampah pada tempatnya.
Ia menilai masyarakat akan lebih mudah disiplin apabila didukung fasilitas yang memadai. "Kewajiban pemerintah harusnya menyediakan tempat-tempat sampah sehingga masyarakat tidak kebingungan. Kalau tong sampahnya banyak, masyarakat mengaksesnya sangat mudah sehingga tidak ada alasan membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Selain penyediaan fasilitas, ia menilai penegakan aturan juga perlu diperkuat agar menimbulkan efek jera bagi pelanggar. Menurutnya, masyarakat Indonesia pada umumnya membutuhkan aturan yang tegas sebelum akhirnya terbiasa menjaga kebersihan.
"Masyarakat kita harus dipaksa dulu. Kalau enggak dipaksa, tidak ada efek jeranya. Setelah terbiasa, nanti tidak akan merasa berat melakukannya," katanya.
Ia mencontohkan Singapura yang berhasil membangun budaya bersih melalui penerapan aturan yang konsisten disertai sanksi yang tegas. Ia menilai pendekatan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam meningkatkan disiplin masyarakat.
Di sisi lain, ia mengakui kondisi pengelolaan sampah di Cirebon masih menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah keterbatasan tempat pembuangan sampah yang mengakibatkan sampah menumpuk di sejumlah titik.
"Di beberapa titik lokasi sampah belum terangkut karena tempat pembuangan sampahnya memang kurang. Pemerintah daerah menurut kami masih belum all out," katanya.
Ia menilai paradigma penanganan sampah juga perlu diubah. Menurutnya, selama pemerintah masih berorientasi pada pembuangan sampah, persoalan kapasitas tempat pembuangan akhir akan terus berulang.
"Masih sistemnya pembuangan, bukan pengolahan. Kalau pembuangan sampai kapan pun akan penuh," katanya.
Ia juga menyoroti penggunaan plastik dan styrofoam sekali pakai yang masih cukup tinggi. Padahal, menurutnya, berbagai alternatif ramah lingkungan sebenarnya telah tersedia dan dapat dikembangkan lebih luas.
"Sebenarnya ada beberapa alternatif. Orang zaman dulu sudah mengajarkan hidup selaras dengan alam, hanya sekarang orang lebih memilih yang simpel dan praktis meskipun dampaknya tidak baik bagi lingkungan," ujarnya.
Ia berharap pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersama-sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, perubahan tersebut akan mampu mengurangi persoalan sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....