Gubernur NTT Dorong Program MBG Perkuat Gizi Masyarakat dan Ekonomi Daerah
- 29 Jun 2026 10:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya harus meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, pelaku UMKM, serta optimalisasi produk lokal NTT. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program MBG Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat, 26 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyebut rapat koordinasi tersebut sebagai momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pelaksanaan Program MBG. Ia berharap Kota Kupang mampu menjadi contoh bagi seluruh kabupaten di NTT dalam mengelola program nasional tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, MBG merupakan program strategis yang setiap hari menciptakan perputaran ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat langsung bagi ribuan anak penerima manfaat. "Di antara berbagai program nasional, MBG merupakan program yang menyentuh banyak pihak sekaligus. Setiap hari terjadi perputaran ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, melibatkan banyak pekerja, dan memberikan manfaat langsung bagi anak-anak. Dampaknya dapat dirasakan setiap hari," katanya.
Gubernur mengungkapkan, dengan sekitar 107 ribu penerima manfaat di Kota Kupang dan potensi perputaran ekonomi mencapai Rp440 miliar, pelaksanaan MBG harus dievaluasi secara menyeluruh. Ia mempertanyakan sejauh mana program tersebut mampu menurunkan angka stunting serta memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi petani, peternak, dan masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Karena itu, ia meminta pemetaan sasaran penerima manfaat dilakukan secara tepat serta penggunaan produk-produk lokal NTT terus dioptimalkan. Sementara itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya Program MBG yang dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Kota Kupang kini memiliki 42 dapur SPPG dengan perputaran ekonomi sekitar Rp9 miliar.
Pemerintah Kota juga telah membentuk Satgas MBG untuk melakukan pemantauan rutin terhadap aspek sanitasi, keamanan pangan, dan pengelolaan limbah di setiap dapur SPPG. Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap Program MBG semakin efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Melki bahkan mengusulkan konsep "MBG NTT Incorporated" sebagai identitas bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sehingga Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi program sosial, tetapi juga motor penguatan ekonomi lokal dan percepatan penurunan angka stunting di Nusa Tenggara Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....