Ayah Wajib Hadir Bangun Karakter Anak dalam Keluarga Berkualitas
- 29 Jun 2026 10:16 WIB
- Ende
Poin Utama
- Penyuluh Agama Kristen Helda Yolanda Adoe mengajak para ayah hadir secara fisik dan emosional dalam kehidupan anak pada peringatan Hari Keluarga Nasional 2026.
- Renungan diambil dari 1 Samuel 2:12-26 tentang kegagalan Imam Eli mendidik Hofni dan Pinehas meski berhasil dalam pelayanannya.
- Ketidaktegasan orang tua dalam menegur dan mendisiplinkan anak dinilai dapat berdampak buruk bagi keluarga.
- Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga teladan, pendidik, pembimbing iman, dan pembentuk karakter anak.
- Momentum Hari Keluarga Nasional menjadi ajakan bagi keluarga untuk memperkuat pengasuhan demi menciptakan keluarga berkualitas dan generasi yang berkarakter.
RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Ende, Helda Yolanda Adoe, M.Si, mengajak para ayah untuk hadir secara utuh dalam kehidupan anak sebagai fondasi membangun keluarga yang berkualitas. Pesan itu disampaikan dalam program Mutiara Pagi Kristen RRI, Senin, 29 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 yang mengusung tema Ayah Wajib Hadir.
Dalam renungannya, Helda mengangkat pembacaan firman dari 1 Samuel 2:12-26 yang mengisahkan Imam Eli dan kedua anaknya, Hofni serta Pinehas. Kisah tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang dalam pelayanan dan pekerjaan tidak selalu sejalan dengan keberhasilannya membina keluarga apabila orang tua gagal mendidik serta menegakkan disiplin kepada anak.
Menurut Helda, Imam Eli memang menegur anak-anaknya yang menyalahgunakan jabatan imam dan hidup dalam dosa, namun teguran itu tidak disertai ketegasan maupun tindakan yang mampu menghentikan pelanggaran. Sikap tersebut dipandang sebagai kegagalan menjalankan tanggung jawab sebagai ayah sehingga membawa konsekuensi berat bagi keluarganya.
Ia menjelaskan, kehadiran ayah tidak hanya dimaknai sebagai pencari nafkah, melainkan juga sebagai pendidik, teladan, sekaligus pembimbing rohani dalam keluarga. Kehadiran fisik yang disertai keterlibatan emosional dinilai berperan penting dalam membentuk karakter, iman, kecerdasan emosional, serta rasa percaya diri anak.
Helda mengingatkan bahwa kesibukan bekerja tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab mendampingi anak. Bentuk kehadiran ayah dapat diwujudkan melalui kebiasaan mendengarkan cerita anak, memberikan arahan, menetapkan batasan yang jelas, berdoa bersama, membaca firman Tuhan, hingga terlibat dalam momen-momen penting kehidupan keluarga.
Melalui momentum Hari Keluarga Nasional, Helda mengajak setiap keluarga menjadikan kisah Imam Eli sebagai bahan refleksi untuk memperkuat peran orang tua, khususnya ayah, dalam mendidik anak. Ia berharap kehadiran ayah yang utuh akan melahirkan keluarga yang bahagia, membangun karakter generasi muda, sekaligus memberi kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....