Kemenag Ende Perkuat Moderasi Beragama Anak Muda

  • 27 Mei 2026 18:24 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • – Kementerian Agama Kabupaten Ende menyoroti tantangan moderasi beragama di kalangan generasi muda pada era digital.
  • Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup
  • Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan serius karena nilai-nilai agama sejatinya menjadi dasar membangun hubungan sosial yang sehat dan saling menghargai.
  • Ia berharap momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan membangun empati, solidaritas, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

RRI.CO.ID, Ende – Kementerian Agama Kabupaten Ende menyoroti tantangan moderasi beragama di kalangan generasi muda pada era digital. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, generasi muda dinilai perlu kembali diperkuat dengan nilai agama, toleransi, dan kepedulian sosial.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari aktivitas keagamaan dan nilai sosial di lingkungan masyarakat.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan serius karena nilai-nilai agama sejatinya menjadi dasar membangun hubungan sosial yang sehat dan saling menghargai. Menurutnya, moderasi beragama harus diperkenalkan sejak dini melalui ruang perjumpaan dan aktivitas bersama lintas agama.

“Kita melihat ada pergeseran orientasi hidup generasi muda. Karena itu mereka perlu terus diajak membangun relasi sosial dan memahami nilai kemanusiaan,” ujarnya dalam dialog Moderasi Beragama di Pro 1 RRI Ende, Selasa, 26 Mei 2026.

Sebagai upaya memperkuat moderasi beragama, Kementerian Agama Kabupaten Ende menghadirkan berbagai kegiatan lintas agama, seperti turnamen olahraga antarpelajar dan kegiatan sosial yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang agama.

Nikolaus mengatakan, kegiatan tersebut efektif membangun persahabatan dan mengurangi prasangka di kalangan anak muda. Melalui ruang interaksi yang positif, generasi muda diharapkan mampu tumbuh dengan sikap toleran dan menghargai perbedaan.

Ia berharap momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan membangun empati, solidaritas, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....