Renungan Islam: Membangun Rumah Tangga Bahagia Berlandaskan Iman
- 25 Mei 2026 07:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk kebaikan struktur masyarakat. Seperti disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) TTU, Nizrina Fauziyah Nabila, dalam acara Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua.
Tausiah yang dihadirkan pada Jumat, 22 Mei 2026 tersebut membahas topik "Pentingnya Membangun Rumah Tangga Bahagia Berlandaskan Iman". Nizrina menjelaskan bahwa ketenangan hidup akan sulit dirasakan tanpa adanya nilai agama.
Sebaliknya, rumah tangga yang dekat dengan Allah akan melahirkan generasi yang saleh. Nizrina mengatakan pernikahan bertujuan menciptakan apa yang disebut sakinah, mawaddah dan warahmah.
"Pernikahan bertujuan menghadirkan rasa tenteram, cinta, serta kasih sayang antarpasangan," katanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al-Quran Surat Ar-Rum ayat 21.
Langkah pertama mewujudkan tujuan pernikahan tersebut menurut Nizrina, yang harus dilakukan adalah menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan keluarga. "Ibadah bersama seperti sholat dan membaca Al-Quran akan membuat hati jauh lebih tenang," ucapnya.
Langkah kedua, menekankan pentingnya saling menghormati serta menjaga akhlak mulia antarpasangan. "Rasulullah SAW mengingatkan bahwa lelaki terbaik adalah yang paling baik kepada keluarganya," kata Nizrina.
Selain akhlak, menurutnya, menjaga komunikasi yang sehat juga menjadi kunci keharmonisan rumah tangga. Banyak persoalan muncul bukan karena kurang cinta, melainkan akibat komunikasi yang buruk.
Pasangan suami istri diimbau Nizrina untuk selalu sabar menghadapi setiap kekurangan yang ada. Rumah tangga bahagia bukan berarti tanpa masalah, melainkan mampu mencari solusi bersama.
Poin terakhir yang tidak kalah penting menurutnya adalah mendidik anak dengan iman sejak dini. "Anak merupakan amanah dari Allah yang harus dibekali moral serta agama yang kuat," katanya.
Di akhir siaran, Nizrina mengajak pendengar merenungkan kembali kondisi rumah tangga mereka. "Rumah harus menjadi tempat tumbuhnya keimanan, bukan sekadar tempat tinggal sementara," ucapnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh keluarga di dunia. "Semoga kita semua dikumpulkan kembali di dalam surga Allah SWT yang penuh kenikmatan," ujar Nizrina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....