DKPPP Kota Cirebon Mengupayakan KWT untuk Mendukung Pasokan Program MBG

  • 07 Mei 2026 16:38 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong keterlibatan pelaku usaha dan kelompok tani lokal dalam mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan meski karakteristik Kota Cirebon lebih dominan sebagai daerah perdagangan dan jasa dibandingkan sektor pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon Hj Elmi Masruroh, SP., M.Si., mengatakan kebutuhan pangan utama di Kota Cirebon sebagian besar masih dipasok dari luar daerah. Berdasarkan data yang dimiliki DKPPP, produksi beras lokal hanya mampu memenuhi sekitar 2,23 persen kebutuhan masyarakat.

“Untuk pangan utama seperti beras, hampir 97,8 persen pasokan berasal dari luar Kota Cirebon karena karakteristik daerah kita memang perkotaan,” ujarnya kepada RRI Rabu, 6 April 2026. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan bahan pangan untuk program MBG.

Ia menjelaskan sebagian besar kebutuhan MBG saat ini masih dipenuhi dari pasar induk di Kota Cirebon. Pasar Jagasatru menjadi pusat pasokan sayuran, sedangkan Pasar Pagi menjadi salah satu lokasi utama penyedia beras.

Meski demikian, DKPPP mulai mengupayakan keterlibatan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mendukung kebutuhan pangan program MBG. Kelompok tersebut memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayuran yang berpotensi menjadi bagian rantai pasok program.

“Kami sedang mengupayakan agar KWT-KWT di Kota Cirebon bisa bersatu dan mampu memenuhi kebutuhan MBG secara berkelanjutan,” katanya. Menurutnya, kebutuhan program MBG tidak bersifat sementara sehingga memerlukan pasokan yang stabil setiap hari.

Elmi mencontohkan kebutuhan sayuran seperti kangkung harus tersedia dalam jumlah besar secara rutin untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Karena itu, pihaknya terus melakukan pembinaan agar kelompok tani perkotaan dapat meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Pemerintah Kota Cirebon berharap keterlibatan KWT dan pelaku usaha lokal dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain memperkuat ketahanan pangan, program MBG juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....