HPI Kupang Dorong Pemandu Wisata Lebih Adaptif dan Profesional

  • 06 Mei 2026 07:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Kupang, Rode Maukari, menegaskan bahwa peran pramuwisata saat ini telah bertransformasi. Tidak lagi sekadar menjadi penunjuk jalan, pramuwisata kini dituntut untuk menjadi narator, edukator, sekaligus duta budaya yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan.

Dalam Obrolan Akamsi RRI Pro 4 Kupang, Senin, 4 Mei 2026, Rode mengemukakan, persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, sehingga kualitas pelayanan pramuwisata menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, pemandu wisata memiliki peran strategis untuk mengenalkan daerah wisata yang ada di Kota Kupang, sehingga para wisatawan memiliki kesan yang baik terhadap tempat wisata yang dikunjungi.

"Pramuwisata adalah wajah pertama yang ditemui wisatawan. Kami bukan hanya menjual tempat, tapi menjual pengalaman dan cerita. Seorang pramuwisata yang profesional mampu mengubah kunjungan biasa menjadi kenangan mendalam, dan itu adalah promosi terbaik bagi Kota Kupang," ujarnya.

Lebih lanjut, Rode merinci beberapa peran strategis yang sedang didorong oleh DPC HPI Kota Kupang bagi para anggotanya yaitu sebagai duta informasi budaya yang mampu menjelaskan filosofi di balik adat, sejarah, dan tradisi lokal secara akurat dan menarik. Selain itu pramuwisata juga harus memiliki adaptasi teknologi yang baik, sehingga dapat mengintegrasikan pemanfaatan platform digital dalam membantu wisatawan mendapatkan akses informasi yang cepat dan akurat tentang destinasi di Kupang.

Pramuwisata sebagai mitra pemerintah diharapkan juga berperan aktif menjaga keberlanjutan destinasi dengan memberikan edukasi kepada wisatawan terkait etika berkunjung dan kelestarian lingkungan. Selain itu, pramuwisata dapat menjadi jembatan antara kebutuhan industri pariwisata dengan pemberdayaan UMKM lokal melalui rekomendasi produk-produk kreatif khas Kupang.

Menyadari dinamika kebutuhan pasar, HPI Kota Kupang juga gencar melakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Rode menekankan bahwa standarisasi kompetensi menjadi harga mati bagi setiap anggota HPI.

"Kami terus mendorong sertifikasi bagi rekan-rekan pramuwisata. Selain penguasaan bahasa asing yang menjadi kebutuhan dasar, kami juga menekankan pada hospitality skill dan pemahaman mendalam tentang sejarah Kota Kupang. Wisatawan sekarang lebih cerdas; mereka mencari kualitas," ujarnya.

DPC HPI Kota Kupang juga aktif menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri lain seperti perhotelan dan agen perjalanan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, di mana pramuwisata dilibatkan sejak tahap perencanaan rencana kegiatan wisata.

Rode Maukari optimistis bahwa dengan peningkatan kualitas layanan pramuwisata, durasi tinggal (length of stay) wisatawan di Kota Kupang dapat terus ditingkatkan. "Kami ingin wisatawan tidak hanya transit di Kupang, tetapi menjadikan kota ini sebagai destinasi yang layak dieksplorasi lebih lama. Dengan pelayanan yang profesional, ramah, dan informatif dari teman-teman pramuwisata, kami yakin pariwisata Kota Kupang akan semakin berdaya saing," katanya, menegaskan. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....