Anak Tidak Bersekolah di Ciwaringin Mulai Didata untuk Program MBG

  • 24 Apr 2026 11:12 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Perluasan sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kelompok anak tidak sekolah mulai direncanakan sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting secara lebih merata, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Hal ini mengemuka dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon, Rabu, 22 April 2026, saat Koordinator SPPG Ciwaringin, Dzakiyyah Azzahroh, S.Gz. menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sudah ada tetapi belum sepenuhnya berjalan di wilayahnya.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pelaksanaan program untuk anak tidak sekolah di Kecamatan Ciwaringin masih dalam tahap pendataan sasaran. “Kebetulannya di Ciwaringin belum berjalan, karena masih pendataan, siapa anaknya, berapa usianya,” ujarnya kepada RRI.

Menurutnya, proses pendataan menjadi krusial untuk memastikan ketepatan sasaran, mengingat kelompok anak tidak sekolah tidak terpusat seperti siswa di lingkungan sekolah. Hal ini membuat identifikasi penerima manfaat menjadi lebih kompleks.

Selain itu, Dzakiyyah menjelaskan bahwa mekanisme distribusi juga menjadi tantangan tersendiri karena belum adanya titik kumpul tetap seperti sekolah atau posyandu. Kondisi tersebut menuntut adanya penentuan lokasi distribusi baru yang bisa menjangkau kelompok sasaran secara efektif.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas sosial dan pihak terkait lainnya, diperlukan untuk mendukung kelancaran program tersebut. Hal ini penting agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terorganisir dan tepat sasaran.

Menurutnya, tanpa koordinasi yang kuat, pelaksanaan program berpotensi tidak optimal karena keterbatasan data dan akses terhadap penerima manfaat. Oleh karena itu, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam tahap awal implementasi perluasan program.

Dengan berbagai tantangan tersebut, perluasan MBG ke anak tidak sekolah dinilai tetap memiliki potensi besar dalam mendukung penurunan stunting, asalkan didukung dengan sistem pendataan yang akurat dan mekanisme distribusi yang matang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....