Puluhan Siswa di Majalengka Keracunan MBG, Operasional Dapur Talaga Dihentikan
- 01 Jun 2026 16:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Namun, pelaksanaan program tersebut kini tengah menjadi sorotan masyarakat.
Puluhan penerima manfaat dilaporkan mengalami gangguan pencernaan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut. Akibat kejadian ini, operasional dapur penyedia makanan di wilayah Kecamatan Talaga terpaksa dihentikan sementara.
Peristiwa ini terjadi setelah sejumlah siswa yang menjadi penerima manfaat Program MBG mengeluhkan kondisi kesehatan mereka pada Jumat, 29 Mei 2026. Keluhan mulai dirasakan pada malam hari setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan pada siang harinya.
Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 22 penerima manfaat diduga mengalami gangguan pencernaan dan harus mendapatkan penanganan medis. Sebagian di antaranya bahkan sempat menjalani perawatan dan observasi di RSUD Talaga guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terkendali.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, jumlah penerima manfaat yang terdampak terus diperbarui berdasarkan laporan dari pihak SPPG.
"Betul, mengenai dugaan kejadian menonjol gangguan pencernaan. Penerima manfaat yang terdampak sesuai laporan Kepala SPPG ter-update berjumlah 22 orang," ujar Intan saat dikonfirmasi RRI pada Senin, 1 Juni 2026.
Sebagai langkah cepat untuk mencegah bertambahnya korban, operasional dapur SPPG Yayasan Jabar Bima Pratama di Desa Gunungmanik, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, kini dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.
Keputusan penghentian sementara tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah untuk mencegah risiko lebih lanjut. Langkah ini juga dilakukan guna memberikan ruang bagi proses pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh tahapan, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami para siswa masih belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka telah mengamankan sampel makanan yang diduga terkait dengan kejadian tersebut untuk dilakukan pengujian laboratorium.
"Untuk penyebabnya, kami masih menunggu hasil pengujian laboratorium terhadap sampel makanan yang ada," kata Intan. Sampel makanan tersebut sebelumnya telah diamankan oleh pihak Dinas Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.
Pemkab Majalengka bersama Dinas Kesehatan dan pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi para siswa yang terdampak. Berdasarkan laporan sementara, sebagian besar penerima manfaat yang sempat mengalami keluhan kesehatan kini berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
Di tengah proses investigasi yang masih berlangsung, masyarakat berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera diumumkan. Hal ini penting agar penyebab pasti kejadian tersebut menjadi terang dan langkah evaluasi menyeluruh bisa segera dilakukan.
Salah seorang warga Kecamatan Talaga, Dudi (42), menilai Program MBG memiliki manfaat besar bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Namun demikian, ia berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Program MBG ini sangat baik untuk membantu kebutuhan gizi anak-anak. Kami berharap penyebab kejadian ini segera diketahui dan ada evaluasi menyeluruh supaya kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak yang peduli terhadap kesejahteraan anak-anak. Hal tersebut dinilai wajar mengingat Program MBG merupakan salah satu program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya para pelajar.
Hasil investigasi dan uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar utama untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian tersebut. Berdasarkan hasil itulah langkah perbaikan akan diambil agar pelaksanaan program MBG di Majalengka dapat berjalan lebih aman dan optimal di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....