Musim Hujan, Momen Penghijauan Hutan

  • 30 Mar 2026 04:37 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Musim hujan yang melanda wilayah Kabupaten Belu dan Malaka menjadi momentum penting untuk kegiatan penghijauan. UPTD KPH wilayah Belu dan Malaka memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan.

Curah hujan yang tinggi dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman baru di lahan kritis Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Kata Kepala UPTD KPH Belu dan Malaka, Maria Yofita Seran S.Hut kepada rri.co.id, Senin 30 Maret 2026.

“Untuk kegiatan penghijauan dan pemulihan hutan di musim hujan, kami sudah melaksanakan di beberapa titik,” ucapnya

Penghijauan telah dilakukan di sejumlah lokasi, salah satunya berada di Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi hutan dan lahan yang berkelanjutan. Tujuannya untuk memulihkan fungsi hutan yang telah mengalami kerusakan.

Maria Yofita Seran S.Hut, menjelaskan musim hujan menjadi waktu terbaik untuk penanaman karena ketersediaan air melimpah. Hal ini membantu mengurangi kendala penyiraman manual yang sering terjadi saat musim kemarau. Dengan demikian, peluang hidup tanaman menjadi lebih tinggi.

Lanjutnya, Selain di Desa Foeka, kegiatan penghijauan juga dilakukan di wilayah Kabupaten Malaka. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran antara lain Desa Mota Ulun dan Mota Ain.Wilayah tersebut dipilih karena memiliki kondisi lingkungan yang membutuhkan pemulihan dan merupakan daerah aliran sungai yang rawan erosi dan banjir.

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk masyarakat dan lembaga untuk mendukung kegiatan ini,” tuturnya. Dia berharap kegiatan penghijauan dapat terus berlanjut di wilayah lain agar kerusakan hutan dapat ditekan secara bertahap dan Lingkungan yang lebih hijau dan kelestarian dapat terwujud di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....