Alor Alami Perubahan Iklim dan Kerusakan Hutan
- 16 Feb 2026 13:40 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Alor mengalami banyak perubahan iklim. Selain mengalami perubahan iklim, ada juga kebiasaan masyarakat di kabupaten Alor yang melakukan aktivitas berburu dengan selalu membakar hutan.
Setiap musim ada kebiasaan berburu yang ketika masyarakat berburu itu selalu dibakar bukan di rawat. Ungkap Botau Glen Artho, ketua PFON Unit Universitas Tribuana Kalabahi ketika di wawancara Rri Atambua Sabtu, (16/2/2026).
Diungkapkan, karena masyarakat yang masih memiliki kebiasaan merusak hutan Sehingga Plastic Free Nerwork Network (PFON) ikut dalam program penghijauan dengan menanam pulohan anakan Kasuari.
“Kita berharap itu bisa mencegah kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan kita juga terus mengedukasi bahwa kalau kebiasaan seperti ini terus-menerus dilakukan", ujarnya
Ungkap Botau Glen Artho mengatakan jika kondisi perubahan iklim dan kerusakan hutan di kabupaten Alor tidak segera di atasi maka kedepan tidak menutupi kemungkinan akan mengalami krisis oksigen dan air.
Sebagai ketua PFON Unit Universitas Tribuana Kalabahi menghimbau agar masyarakat Alor tidak membakar hutan secara sembarangan dan diharapkan masyarakat juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan memelihara hutan.
“Bahwa membakar hutan itu tidak baik karena selain kita meninggalkan sesuatu yang tidak baik untuk anak cucu kita, kita juga menghancurkan rumah biota di hutan seperti hiu tikus, rusa, dan lain sebagainya,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....