Kemandirian Susu Nasional Perlu Dukungan Kebijakan Berkelanjutan

  • 10 Feb 2026 17:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Program pengembangan peternakan sapi perah dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya penyediaan susu segar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu.

Akademisi IPB University, Dr. Ir. Bagus Priyo Purwanto, M.Agr, mengatakan kebijakan tersebut memiliki potensi besar jika dijalankan secara konsisten. Ia menekankan pentingnya keberpihakan pada produksi susu segar dalam negeri.

“Kalau menurut saya ini cukup bagus untuk pengembangan masyarakat. Tapi yang penting adalah konsistensi pemerintah,” ujarnya saat dihubungi RRI, Selasa 10 Februari 2026.

Menurut Bagus, pemerintah perlu mendorong produksi susu sapi lokal agar tidak bergantung pada bahan baku impor. Ia juga menolak penggunaan susu rekombinan sebagai solusi jangka panjang, “yang penting adalah pembuatan susu dari masyarakat, susu sapi segar asli Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan peningkatan populasi sapi perah dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan peternak. Pendekatan ini dinilai lebih realistis dibandingkan program besar yang tidak berkelanjutan.

Selain menghasilkan susu, sapi perah juga memiliki nilai ekonomi tambahan melalui kelahiran pedet. Anak sapi jantan dapat dimanfaatkan sebagai sapi potong, “separuh anaknya jantan bisa jadi sapi potong nanti,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah perlu mengawal kebijakan ini dengan serius agar manfaatnya dirasakan masyarakat. Program tersebut juga dapat membuka lapangan kerja di sektor peternakan, “yang penting kita mandiri dulu dengan kekuatan kita sendiri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....