Arus Lalu Lintas di Brigjen Dharsono, Kota Cirebon Ramai dan Lancar
- 27 Mar 2026 14:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Arus lalu lintas di jalur arteri Pantura Cirebon, tepatnya di kawasan Brigjen Dharsono, terpantau ramai lancar pada H+6 Lebaran. Kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta, Bandung, dan sekitarnya masih mendominasi pergerakan siang hari.
Namun hingga pukul 13.00 WIB, volume kendaraan yang melintas di kawasan ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pada puncak arus balik H+4 Lebaran. Penurunan ini menunjukkan distribusi arus kendaraan yang mulai lebih merata.
Berdasarkan data traffic counting dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon per 27 Maret pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 710 kendaraan roda dua melintas di pos terpadu kawasan tersebut. Selain itu, terdapat 140 mobil pribadi, 12 angkutan umum kecil, 3 angkutan umum besar, 25 angkutan barang kecil, dan 20 angkutan barang besar dalam kurun waktu 15 menit.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, memprediksi puncak arus balik masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ia menyebutkan bahwa masih banyak pemudik yang belum kembali ke tempat aktivitasnya.
“Kalau menurut prediksi awal kan kita ada dua puncak ya. Kemudian kita hitung-hitung masih tersisa di kampung halaman itu masih banyak ya untuk kendaraan apa namanya yang belum kembali ke kampung, ke tempat kerja atau tempat berdinas,” ujarnya kepada RRI Rabu, 25 Maret 2026.
“Ini juga kita prediksi sampai nanti tanggal 28-29 pun masih ada tersisa yang akan melakukan perjalanan balik, Mbak. Menurut saya gitu, Mbak,” ucapnya.
Sementara itu, petugas Dinas Perhubungan yang berjaga di lapangan terus memantau situasi dan mempertimbangkan berbagai opsi rekayasa lalu lintas. Salah satu opsi yang dikaji adalah kemungkinan penutupan jalur pada waktu tertentu.
Namun hingga saat ini, kebijakan penutupan jalur belum diterapkan karena dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan yang lebih panjang. Kondisi lalu lintas yang bercampur antara pemudik dan aktivitas masyarakat lokal menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....