Potensi Maritim Bali Belum Optimal, Nelayan Terkendala Modal Budidaya
- 27 Agt 2026 09:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Potensi kekayaan maritim Bali dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Padahal, wilayah perairan Bali memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui sektor perikanan tangkap maupun budidaya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Melaya sekaligus Pengurus Kelompok Manik Segara, Agus Sulaimi, kepada RRI.CO.ID, Jumat, 21 Agustus 2026 mengatakan pemanfaatan potensi maritim yang ada saat ini baru mencakup sebagian kecil dari keseluruhan potensi yang tersedia.
“Kalau untuk kekayaan sendiri yang bisa dimanfaatkan, kalau menurut saya hanya sebagian kecil saja,” ujar Agus.
Menurutnya, luasnya wilayah laut Bali menyimpan berbagai potensi ekonomi, termasuk pengembangan budidaya ikan, lobster, dan komoditas kelautan lainnya. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dari sisi permodalan.
Agus menjelaskan, usaha budidaya membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan dengan aktivitas nelayan tangkap. Nelayan harus menyediakan sarana seperti keramba dan menunggu waktu yang cukup panjang hingga hasil budidaya dapat dipanen.
“Kalau budidaya itu kan kita harus punya keramba, kemudian waktu panennya itu cukup lama, sehingga masyarakat yang modalnya pas-pasan itu belum bisa budidaya,” ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu alasan sebagian nelayan masih memilih aktivitas penangkapan ikan. Melalui kegiatan menangkap ikan, nelayan dapat memperoleh hasil dan menjualnya dalam waktu relatif lebih cepat dibandingkan harus menunggu masa panen budidaya.
Agus menyebut dukungan pemerintah terhadap nelayan sebenarnya sudah cukup banyak diberikan. Namun, menurutnya, masih terdapat bantuan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh penerima manfaat.
“Dukungan yang diberikan oleh pemerintah terhadap nelayan itu sudah cukup banyak. Cuma terkadang penerima manfaat ini tidak bisa memanfaatkan secara baik. Contoh, ada keramba yang sampai dengan saat ini tidak lagi beroperasi,” jelasnya.
Lanjut Agus, kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Candikusuma. Sejumlah masyarakat telah mengembangkan usaha budidaya, tetapi sebagian lainnya berhenti karena menghadapi kendala modal dan pengelolaan usaha.
Ia mengatakan karakteristik nelayan yang terbiasa memperoleh pendapatan dari hasil tangkapan harian juga menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan budidaya. “Biasanya itu kebiasaan nelayan kalau dia menangkap hari ini kan dia bisa jual, dapat uang. Nah, kalau budidaya kita kan butuh waktu yang lama, bahkan sampai tujuh sampai sembilan bulan baru kita bisa menikmati hasilnya,” katanya.
Karena itu, Agus menilai pengembangan budidaya di kalangan nelayan perlu diikuti dengan penguatan manajemen usaha dan akses permodalan. Pendampingan juga diperlukan agar bantuan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Agus mengatakan tidak seluruh wilayah Bali dapat dikembangkan dengan pola usaha kelautan yang sama. Setiap daerah memiliki karakteristik perairan yang berbeda, sehingga perlu disesuaikan antara kawasan budidaya, wilayah penangkapan, dan kawasan konservasi.
“Setiap daerah kan berbeda-beda. Ada lokasi yang memang cocok untuk budidaya, ada lokasi yang memang khusus untuk tangkap, dan ada beberapa lokasi untuk konservasi,” ungkapnya.
Menurut Agus, wilayah Candikusuma sendiri memiliki peluang yang cukup baik untuk pengembangan budidaya. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan pengelolaan yang lebih serius agar dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Ia berharap pengembangan kekayaan maritim tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya laut, tetapi juga memperhatikan kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama. Penguatan kapasitas, pendampingan, permodalan, serta pemilihan jenis usaha yang sesuai dinilai menjadi kunci agar potensi kelautan dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....