PLN UP3 Bali Selatan Perkuat Budaya K3 untuk Jaga Keandalan Layanan Listrik

  • 25 Mei 2026 08:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - PLN UP3 Bali Selatan terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna menjaga keandalan pelayanan listrik kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Peralatan Yantek, perabasan, Aruna, serta mitra kerja KHS yang digelar di kantor PLN UP3 Bali Selatan, Denpasar, Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan rutin itu melibatkan 23 mitra kerja dan lima Unit Layanan Pelanggan (ULP), yakni Denpasar, Sanur, Kuta, Mengwi, dan Tabanan. Dalam apel tersebut, PLN melakukan pengecekan kesiapan personel, kelengkapan alat kerja, hingga alat pelindung diri (APD) sebelum petugas melaksanakan pekerjaan di lapangan.

Manager PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, menegaskan bahwa keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayanan kelistrikan karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Keselamatan kerja menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, kami terus mengingatkan dan mengedukasi seluruh mitra kerja agar senantiasa disiplin dalam penggunaan APD serta menjalankan pekerjaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Alexander, pengawasan dilakukan secara ketat terhadap seluruh pekerjaan, mulai dari jaringan tegangan rendah, gardu, penyambungan pelanggan, hingga pemeliharaan teknik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berlangsung aman sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.

Selain apel gelar pasukan, PLN juga rutin melaksanakan safety briefing sebelum pekerjaan dimulai. Kegiatan tersebut meliputi briefing, pengecekan personel, hingga doa bersama sebagai bagian dari mitigasi risiko kerja.

“Setiap pekerjaan wajib diawali dengan briefing atau CBD (Chat, Briefing, dan Doa). Semua personel, baik pekerja PLN maupun mitra, wajib mengikuti sebelum turun ke lapangan,” katanya.

PLN memastikan seluruh petugas menggunakan APD sesuai standar pekerjaan, seperti helm standar SNI, sarung tangan khusus kelistrikan, serta perlengkapan pengaman lainnya sesuai jenis pekerjaan.

“Tujuannya tentu melindungi pekerja dari risiko tersengat arus listrik,” ujar Alexander.

Ia menegaskan bahwa disiplin penggunaan APD dan kepatuhan terhadap SOP menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja di lapangan.

“Helm standar SNI, sarung tangan karet, dan seluruh tahapan SOP harus dipatuhi. Tidak boleh ada prosedur yang dibypass,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, PLN juga menerapkan evaluasi dan pembinaan bagi personel maupun mitra kerja yang belum memenuhi standar keselamatan kerja. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang aman dan profesional.

Menurut Alexander, kesadaran mitra kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja kini semakin baik. Bahkan, sejumlah mitra secara rutin menggelar edukasi internal terkait penggunaan APD kepada para pekerja setiap bulan.

“Goal utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh pekerjaan berjalan aman, peralatan aman, dan seluruh petugas selamat saat bekerja di lapangan,” katanya.

Selain memperkuat aspek keselamatan kerja, PLN UP3 Bali Selatan juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan melalui penerapan budaya layanan PS4, yakni penampilan, sikap, senyum, salam, dan sapa dalam setiap interaksi pelayanan.

“Petugas pelayanan harus melayani dengan hati, memberikan respons cepat, termasuk saat melakukan perbaikan gangguan. Evaluasi terhadap keterlambatan pelayanan juga terus kami lakukan,” pungkas Alexander.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....