Puluhan Gempa Dangkal Guncang Bali dan Wilayah Sekitarnya

  • 20 Sep 2026 11:26 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sepanjang periode minggu ke 2 bulan September 2026, Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Gempabumi yang didominasi gempa dangkal tersebut diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif.

PMG Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, wilayah Bali dan sekitarnya dilanda 29 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.8 hingga 3.7. Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut didominasi gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km sebesar 82 persen dari total kejadian gempa bumi.

Azany Harits mengatakan, jumlah gempabumi dangkal sebanyak 24 kejadian, terdapat 4 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 13 persen dari total kejadian gempabumi, dan kejadian gempa dalam sebanyak 1 kejadian atau 3% dari total kejadian gempabumi. “Puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu ke dua bulan September 2026. Gempa yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif tersebut didominasi gempabumi dangkal,” ujarnya.

Azany Harits mengungkapkan, dari total gempa yang terjadi, 89 persen atau 26 kejadian gempabumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3. Sedangkan 3 kejadian gempa bumi dengan mangnitudo 3 hingga kurang dari 5 atau 10 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5. “89 persen gempa yang terjadi bermagnitudo 3 dan tidak ada gempabumi dengan magnitude diatas 5 dan 3 kejadian gempa bermagnituo 3 hingga kurang dari 5,” tuturnya.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar tercatat 17 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 12 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.

Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....