Kasus Kriminal Libatkan WNA di Bali Turun

  • 09 Apr 2026 22:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing di Bali mengalami penurunan signifikan pada periode Januari hingga April 2026. Penurunan ini mencapai 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut menjadi dasar bahwa situasi keamanan di kawasan wisata Pulau Dewata tetap aman dan kondusif. Kondisi ini juga memberikan rasa nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Penegasan ini muncul setelah adanya travel warning dari Kedutaan Besar Korea Selatan. Peringatan tersebut ditujukan kepada warganya yang berencana berkunjung ke Bali.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mengatakan pihaknya memahami keprihatinan tersebut. Namun, aparat kepolisian terus bekerja maksimal dalam menjaga keamanan wilayah.

“Kami memahami keprihatinan Kedutaan Besar Korea Selatan dan menghargai koordinasi yang terjalin. Bali tetap aman, dan kami terus bekerja keras untuk memastikan setiap wisatawan merasa terlindungi,” ujar Daniel

Sebagai langkah konkret, Polda Bali telah menggelar Operasi Sikat Agung 2026 selama 16 hari. Operasi ini berlangsung dari 28 Januari hingga 12 Februari 2026.

Dalam operasi tersebut, berhasil diungkap 166 kasus kriminal dengan 181 tersangka diamankan. Kasus yang ditangani meliputi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

“Operasi Sikat Agung menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap penurunan angka kriminalitas di Bali pada awal tahun ini,” kata Daniel.

Selain penindakan, patroli keamanan juga diperketat di sejumlah kawasan wisata. Di antaranya Seminyak, Canggu, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua yang menjadi destinasi favorit wisatawan.

Polda Bali juga menyediakan layanan hotline 110 yang aktif selama 24 jam. Layanan ini dilengkapi fasilitas multibahasa untuk memudahkan wisatawan dalam melapor.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan yang tersedia. Partisipasi publik sangat penting dalam menjaga keamanan,” ujarnya.

Pengawasan terhadap warga negara asing juga diperkuat melalui sistem Cakra Pengawasan Orang Asing (Cakrawasi). Sistem ini memungkinkan pemantauan aktivitas WNA secara terintegrasi dan real time.

“Dengan Cakrawasi, pergerakan warga negara asing dapat dipantau melalui laporan hotel dan penginapan. Sehingga potensi gangguan keamanan bisa lebih cepat dideteksi,” ucap Daniel.

Koordinasi lintas sektor juga terus ditingkatkan dengan melibatkan berbagai pihak. Termasuk Imigrasi, Dinas Pariwisata, kedutaan besar, hingga pelaku industri pariwisata.

Polda Bali memastikan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Upaya berkelanjutan dilakukan agar Bali tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....