Sinergi BI bersama Media di Bali Dorong Optimisme Ekonomi dan Stabilitas Harga
- 07 Mar 2026 14:11 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali mengapresiasi peran strategis media sebagai mitra penting Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat, cepat, dan terpercaya kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dalam Bincang bersama Media di Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali.
Ia menjelaskan, media memiliki kontribusi besar dalam membangun optimisme masyarakat serta mendukung upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali. “ Media menjadi mitra Bank Indonesia dan kami ingin menyampaikan informasi perkembangan ekonomi Bali terkini serta langkah strategis BI Provinsi Bali dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri 2026,” ujarnya.
Kepala BI Bali menjelaskan di tengah tantangan dinamika geopolitik dan ekonomi global, BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan. “Kebijakan utamanya melalui penetapan BI Rate serta kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendukung pembiayaan sektor riil dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.
Erwin Soeriadimadja mengatakan, BI Rate mulai tertransmisikan ke penurunan suku bunga kredit di Bali, yang turun dari 9,67% pada Januari 2025 menjadi 9,36% pada Januari 2026. Hal ini dibarengi dengan penyaluran kredit yang tumbuh tinggi sebesar 7,28% (yoy) pada Januari 2026, yang diharapkan memperkuat pembiayaan sektor riil dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, menambahkan perekonomian Bali menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 sebesar 5,86% (yoy), di atas pertumbuhan nasional (5,39%), ditopang tingginya pertumbuhan LU terkait pariwisata (akomodasi makan minum, perdagangan, transportasi dan pergudangan), serta kuatnya konsumsi rumah tangga dan investasi.
“Dari sisi stabilitas harga, inflasi Bali pada Februari 2026 sebesar 0,70% (mtm) atau 3,89% (yoy),” ujarnya.
Ronald D. Parhulutan mengungkapkan, kenaikan inflasi bulanan terutama dipengaruhi oleh peningkatan permintaan menjelang HBKN Nyepi dan Idul Fitri. Sedangkan kenaikan inflasi tahunan disebabkan faktor base effect diskon tarif listrik yang berlaku pada tahun 2025, sehingga bersifat temporer.
“Untuk menjaga stabilitas inflasi menjelang HBKN Nyepi dan Idul Fitri, strategi pengendalian utamanya difokuskan pada operasi pasar murah berbasis prinsip 3T (Tepat waktu, Tepat lokasi, Tepat sasaran), penguatan kerja sama antar daerah, serta komunikasi publik untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat,” ujarnya.
Sejalan dengan upaya mendukung transformasi ekonomi daerah, BI Bali juga terus mendorong perluasan ekosistem ekonomi digital. Advisor BI Bali, Indra Gunawan Sutarto memaparkan tren positif pada transaksi non tunai. Proporsi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui kanal digital di Bali terus meningkat, pada tahun 2025 telah mencapai 46,82%. Pencapaian ini didukung sinergi BI Bali dengan Pemda, Perbankan, dan Stakeholders terkait di Bali melalui program a.l. Pasar Rakyat Bali Go Digital, Banjar Digital dan Nusa Lembongan Digital Island.
Untuk memperluas adopsi QRIS, BI Provinsi Bali menyelenggarakan program "QRIS Takjil War Ramadan 2026" di Kampung Jawa dan Kampung Sunda, Denpasar. Melalui sinergi yang kuat antara BI Bali, Pemda Bali, serta seluruh pemangku kepentingan, perekonomian Bali diharapkan dapat terus tumbuh secara inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan, serta stabilitas yang terjaga.
Ke depan, BI Bali akan memperkuat kerjasama dengan media massa untuk diseminasi perkembangan perekonomian Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....