Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 D

  • 29 Agt 2026 20:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun Kalimat secara

Interaktif) kepada SLB Negeri 2 Denpasar pada Kamis 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari keberlanjutan Krida Kebahasaan dan Kesastraan Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2026 dan dihadiri oleh perwakilan Duta Bahasa Provinsi Bali dengan didampingi oleh Balai Bahasa Provinsi Bali.

Penyerahan ini menjadi bentuk keberlanjutan pemanfaatan inovasi yang sebelumnya telah diimplementasikan bersama siswa disabilitas rungu di SLB Negeri 2 Denpasar. Serasi dikembangkan sebagai inovasi pembelajaran bahasa Indonesia yang berfokus pada kemampuan menyusun kalimat bagi disabilitas rungu.

Kemampuan menyusun kalimat menjadi salah satu fondasi penting dalam komunikasi karena struktur kalimat yang tepat membantu seseorang menyampaikan gagasan secara runtut dan memastikan informasi dapat dipahami dengan baik. Dalam pelaksanaannya, Serasi dirancang dengan pendekatan yang visual, interaktif, bertahap, dan adaptif terhadap karakteristik belajar siswa disabilitas rungu.

Model ini tidak hanya mengandalkan penjelasan materi, tetapi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali unsur kalimat, menyusun kata, menulis, mengetik, hingga menerapkan struktur kalimat dalam komunikasi sehari-hari. Untuk mendukung proses tersebut, Serasi memadukan berbagai media pembelajaran fisik dan digital.

Perangkat yang dikembangkan meliputi Buku Panduan, Kartu SPOK Serasi, Kartu Kata Serasi Berwarna, Kartu Kata Serasi Tanpa Warna, dan Papan Serasi. Media tersebut kemudian terintegrasi dengan teknologi digital berupa Buku Bacaan Bermutu, Wordwall, Padlet, dan kecerdasan buatan (AI).

Kartu berwarna digunakan untuk membantu siswa mengenali unsur Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan (SPOK), sedangkan Papan Serasi membantu siswa merangkai kata menjadi kalimat secara konkret dan bertahap. Setelah memperoleh pemahaman melalui bantuan visual, siswa diarahkan menggunakan kartu tanpa warna untuk menguji pemahaman secara lebih mandiri.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui permainan Wordwall, pengetikan kalimat pada Padlet, serta pemanfaatan AI sebagai media bantu untuk memeriksa struktur kalimat dan meningkatkan literasi digital siswa. Sebelum media diserahkan, Serasi telah diimplementasikan dalam pembelajaran bersama 12 siswa SLB Negeri 2 Denpasar sebanyak lima kali pertemuan dengan durasi rata- rata dua jam setiap pertemuan.

Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan peserta didik. Berdasarkan hasil asesmen, rata-rata nilai peserta didik meningkat dari 53,42 sebelum pembelajaran menjadi 90,25 setelah pembelajaran, atau mengalami peningkatan sebesar 69 persen.

Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh 12 siswa yang mengikuti kegiatan. Selain kemampuan menyusun, melengkapi, dan membuat kalimat, peserta didik juga menunjukkan kemampuan dalam mengenali unsur S, P, O, dan K, membedakan unsur kalimat, menyusun berbagai pola kalimat, memperbaiki susunan kalimat, membuat kalimat berdasarkan gambar, menulis dan mengetik kalimat pada Padlet, serta menggunakan AI sebagai media bantu untuk memeriksa ketepatan struktur kalimat.

“Melihat perkembangan anak kami, (seperti) yang sudah saya sampaikan, bahwa anak tuna rungu itu memang dari penyusunan kata (dan) kosa kata mereka sangat kurang, tetapi dengan datangnya adik-adik (dan) dengan bantuan pembelajaran Serasi ini membuat anak-anak kami sedikit mampu dalam menyusun kalimat yang berstruktur, seperti apa yang kita pelajari waktu belajar di sekolah, (yaitu) SPOK,” ungkap Rapiyanti, Kepala SLB Negeri 2 Denpasar.

Penyerahan media Serasi diterima langsung oleh Ni Wayan Rapiyanti, S.Pd. selaku Kepala SLB Negeri 2 Denpasar, Eka Fatmasari, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, serta Anak Agung Mas Sriayuni Putra, S.Pd.B. selaku salah satu guru SLB Negeri 2 Denpasar yang turut mendampingi siswa dan fasilitator selama pelaksanaan Serasi. Penyerahan tersebut diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pemanfaatan media di lingkungan sekolah, khususnya sebagai salah satu alternatif bahan ajar yang dapat mendukung pembelajaran bahasa Indonesia bagi siswa disabilitas rungu.

Pengembangan dan implementasi Serasi merupakan bagian dari upaya Duta Bahasa Provinsi Bali untuk menghadirkan inovasi kebahasaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Balai Bahasa Provinsi Bali, SLB Negeri 2 Denpasar, dan Pusbisindo.

Pusbisindo memberikan pembekalan mengenai budaya Tuli dan bahasa isyarat kepada fasilitator sebagai bekal dalam memahami karakteristik komunikasi disabilitas rungu, sedangkan guru berperan dalam mendampingi proses pembelajaran dan menjadi penerima manfaat keberlanjutan media. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa inovasi yangdikembangkan tidak hanya memiliki dasar kebahasaan, tetapi juga mempertimbangkan aspek inklusivitas dan kebutuhan nyata di lapangan.

Selain menjadi inovasi pembelajaran bagi siswa disabilitas rungu, Model Pembelajaran Serasi juga menjadi salah satu karya yang mendukung Delegasi Duta Bahasa Provinsi Bali dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional Tahun 2026. Pada ajang tersebut, Provinsi Bali diwakili oleh dua mahasiswa Universitas Udayana, yaitu Kadek Dinda Amela Putri Darma dan I Km Wikananda Rama Satria Ms. Kehadiran Serasi dalam rangkaian karya Duta Bahasa Provinsi Bali menjadi wujud kontribusi generasi muda dalam mengembangkan inovasi kebahasaan yang memanfaatkan teknologi sekaligus memperhatikan prinsip kesetaraan akses terhadap pembelajaran bahasa.

“Untuk adik-adik semua, harapan kami, saya mewakili teman-teman semua di sini, jangan berhenti sampai di sini karena metode ini sangat baik bagi anak-anak kami (dan) sangat membantu kami juga di sekolah. Semoga kedepannya semakin ditingkatkan, berinovasi terus untuk membantu anak-anak disabilitas, khususnya anak tuna rungu,” kata Kepala SLB Negeri 2 Denpasar.

Melalui Serasi, Duta Bahasa Provinsi Bali berupaya menunjukkan bahwa pengembangan bahasa dan literasi dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi serta penguatan pendidikan inklusif. Integrasi media konkret, visual, dan digital diharapkan tidak hanya membantu siswa memahami struktur kalimat, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan diserahkannya media Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar, inovasi yang lahir dari Krida Kebahasaan dan Kesastraan Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat terus digunakan, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembelajaran bahasa Indonesia bagi Disabilitas rungu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....