BPBD Bali Petakan Ancaman Bencana pada Puncak Kemarau
- 31 Agt 2026 12:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Puncak musim kemarau pada 2026 meningkatkan potensi sejumlah bencana di Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali memetakan empat ancaman utama, yakni kebakaran hutan dan lahan, kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA), gangguan produksi pertanian, serta kebakaran rumah dan permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan musim kemarau telah berlangsung secara bertahap sejak April dan mencapai puncaknya pada Agustus. Kondisi minim curah hujan tersebut membuat hampir seluruh wilayah Bali berpotensi terdampak kekeringan.
“ Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Bali secara berkala menyampaikan peringatan dini melalui berbagai media. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana yang dipicu kondisi kering dan minimnya curah hujan,” jelas Teja, Senin 31 Agustus 2026.
Salah satu perhatian utama BPBD Bali adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan dilakukan selama 24 jam untuk mendeteksi potensi munculnya titik panas atau hotspot.
Hingga saat ini, BPBD Bali belum mendeteksi adanya hotspot. Namun, sekitar 200 hektare kawasan telah dipetakan memiliki potensi tinggi mengalami kebakaran.
Potensi tersebut meningkat seiring mengeringnya vegetasi akibat minimnya curah hujan. Karena itu, pemantauan dan kesiapsiagaan terus diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas apabila terjadi titik api.
Selain kebakaran hutan dan lahan serta TPA, BPBD juga mewaspadai gangguan produksi pertanian akibat kekeringan serta potensi kebakaran rumah dan permukiman.
BPBD Bali mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi bencana secara mandiri. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Upaya kesiapsiagaan penting untuk menekan risiko bencana selama puncak musim kemarau sekaligus mencegah dampaknya meluas ke masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....