Pemerintah Diminta Perkuat Kebijakan Pendidikan Inklusi

  • 01 Okt 2025 07:32 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar :Komisioner KPAD Bali bidang pendidikan, pengisian waktu luang, dan kegiatan budaya, Ir. I Made Ariasa, M.Pd.,mengatakan bahwa Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bali mendorong pemerintah memperkuat kebijakan pendidikan inklusi. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Komunitas di Programa 4 RRI Denpasar beberapa waktu lalu.

 

Menurut Ariasa, pemerintah sudah mulai mengadakan workshop inklusi di tingkat PAUD, namun perhatian itu belum berlanjut ke jenjang SD dan SMP. Padahal, pendidikan inklusi seharusnya berkesinambungan agar anak berkebutuhan khusus tetap mendapat kesempatan belajar yang sama.

 

"Kami mengadvokasi agar program inklusi betul-betul berorientasi pada kepentingan anak," ujarnya. Ia menegaskan setiap anak memiliki masa depan dengan skill yang sudah diberikan Tuhan sejak lahir.

 

Selain itu, Ariasa menekankan pentingnya kerja sama orang tua, guru, dan pemerintah. Menurutnya, pendidikan inklusi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga bagian dari upaya bersama melindungi hak anak.

 

KPAD Bali pun menyambut baik program pemerintah pusat seperti makan siang bergizi gratis dan penyediaan sarana pendidikan gratis. Namun Ariasa berharap dukungan serupa juga diberikan untuk memperkuat implementasi pendidikan inklusi di semua jenjang sekolah.

 

Ariasa menambahkan bahwa pendidikan inklusi tidak semata-mata bertujuan menyamakan kemampuan akademik anak dengan siswa lainnya. Lebih penting adalah memberi ruang agar anak berkebutuhan khusus dapat berkembang sesuai potensi diri mereka.

 

Pemerintah daerah juga diharapkan menyusun regulasi turunan yang lebih teknis agar kebijakan inklusi tidak berhenti pada tataran wacana. Dengan adanya aturan yang jelas, sekolah akan memiliki pedoman dalam menerima dan mendampingi anak berkebutuhan khusus.

 

Pendidikan inklusi, kata Ariasa, juga merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap hak anak. Dengan memberikan kesempatan setara, anak berkebutuhan khusus diyakini mampu mandiri dan meraih masa depan yang lebih baik. 


"Kami ingin pemerintah tidak hanya fokus pada program populer. Pendidikan inklusi juga penting untuk masa depan anak," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....