Kepsek se-Denpasar Komit Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman
- 29 Jul 2026 15:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Seluruh kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar menyatakan komitmen untuk menerapkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di satuan pendidikan masing-masing. Komitmen tersebut ditegaskan melalui deklarasi bersama dalam sosialisasi BSAN yang digelar Pemerintah Kota Denpasar sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Senin 27 Juli 2026, itu dipimpin Sekretaris Daerah Kota Denpasar sekaligus Ketua Pokja BSAN Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Dalam kegiatan tersebut, para kepala sekolah melakukan penandatanganan deklarasi sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan penerapan BSAN merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan perlindungan menyeluruh kepada peserta didik.
"Melalui implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang menjamin perlindungan fisik, mendukung kesejahteraan psikologis dan sosial budaya peserta didik, memberikan kebebasan menjalankan kebutuhan spiritual sesuai keyakinannya, serta membangun kecakapan dan keamanan di ruang digital," ujar Eddy Mulya.
Menurutnya, BSAN mengedepankan pendekatan promotif, preventif, dan kolaboratif. Artinya, upaya menciptakan sekolah yang aman tidak hanya dilakukan saat terjadi persoalan, tetapi dimulai melalui pencegahan dengan memperkuat karakter, tata kelola sekolah, serta sistem perlindungan yang menyeluruh.
Ia menambahkan, penanganan berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan sekolah juga perlu dilakukan melalui pendekatan rehabilitatif dan kolaboratif agar memberikan perlindungan sekaligus pembinaan bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Keberhasilan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tidak dapat diwujudkan oleh sekolah saja. Dibutuhkan sinergi Catur Pusat Pendidikan, yakni sekolah, orang tua, masyarakat, dan media. Dengan kolaborasi seluruh unsur tersebut, kita optimistis mampu mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan melahirkan generasi Denpasar yang unggul serta berkarakter," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, menjelaskan BSAN merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Ia mengatakan, program tersebut diatur melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dan diperkuat dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 sebagai pedoman teknis pelaksanaan. Kebijakan ini merupakan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, kolaboratif, dan berpihak kepada seluruh warga sekolah.
"Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman selaras dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar dalam mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju yang berlandaskan semangat Vasudhaiva Kutumbakam," ujar Ayu Agustini.
Melalui sosialisasi dan penguatan implementasi BSAN ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap seluruh satuan pendidikan mampu membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan berkualitas dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga media.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....