Kemdiktisaintek Dukung Program Pengabdian Mahasiswa Bali Berbasis Teknologi

  • 30 Jul 2026 06:27 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera yang digagas Pemerintah Provinsi Bali. Program tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat peran perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Denpasar, Kamis 15 Juli 2026.

Ia mengaku terharu melihat tingginya antusiasme mahasiswa Bali yang terlibat dalam program tersebut. Berdasarkan laporan yang diterimanya, lebih dari 10 ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali hadir untuk mendukung gerakan pengabdian masyarakat yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Adnyana, semangat pengabdian mahasiswa telah terbukti melalui berbagai program nasional. Pada awal 2026, Kemdiktisaintek melibatkan sekitar 10.090 mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh untuk membantu masyarakat terdampak bencana selama tiga bulan. Sementara itu, program serupa juga baru diluncurkan di Nusa Tenggara Timur dengan melibatkan sekitar 2.000 mahasiswa di seluruh kabupaten dan kota.

Ia menjelaskan, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat saat ini menjalankan tiga skema besar program pengabdian dengan dukungan anggaran lebih dari Rp300 miliar. Salah satu program yang sedang dibuka adalah Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), yang mempertemukan perguruan tinggi besar, menengah, dan kecil bersama dunia usaha, industri, pemerintah daerah, serta lembaga lainnya untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.

Selain itu, Kemdiktisaintek juga akan meluncurkan Program Mahasiswa Berdampak melalui gerakan Aksara Mahasiswa (Aksi Mahasiswa Berkarya bagi Nusa dan Bangsa). Program tersebut difokuskan pada transformasi sosial dengan dua tema utama, yakni penanganan wilayah 3T, daerah rawan bencana, kemiskinan ekstrem, dan stunting, serta pengelolaan sampah.

Adnyana menilai fokus penanganan sampah yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, Bali menjadi salah satu wilayah prioritas nasional dalam upaya transformasi sosial untuk mengatasi persoalan sampah bersama Jakarta, Bogor, dan Bandung.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Bali dapat terus merangkul seluruh perguruan tinggi di daerah tersebut agar potensi akademisi, peneliti, dan mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata berbasis riset dan inovasi bagi masyarakat. “Kami yakin berbagai persoalan di Bali dapat diselesaikan melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dengan memanfaatkan sains, teknologi, dan inovasi. Kata kuncinya adalah inovasi, kolaborasi, dan dampak nyata,” ujar Adnyana.

Ia menambahkan, Kemdiktisaintek juga tengah menyiapkan program konsorsium perguruan tinggi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang akan didukung pendanaan dari kementerian. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....