Jaje Laklak Jajanan Tradisional Bali

  • 02 Sep 2026 13:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Jaje laklak kembali mendapat perhatian di tengah berkembangnya tren kuliner lokal di Bali. Jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras ini tidak hanya dikenal sebagai kudapan khas Pulau Dewata, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Berdasarkan data Ceraken Kebudayaan Bali, Jaja Laklak merupakan salah satu kuliner tradisional Bali yang tercatat sebagai bagian dari objek budaya. Jajanan ini dibuat dari adonan tepung beras, air, dan garam, kemudian dimasak menggunakan cetakan khusus. Dalam penyajiannya, laklak dilengkapi kelapa parut dan gula merah cair.

Secara tampilan, jaje laklak memiliki bentuk bulat kecil dan sekilas menyerupai serabi. Warnanya dapat berupa putih maupun hijau, dengan warna hijau umumnya diperoleh dari bahan alami seperti daun pandan atau daun suji. Setelah matang, laklak disajikan bersama parutan kelapa dan siraman gula merah yang memberikan perpaduan rasa manis dan gurih.

Kesederhanaan bahan menjadi salah satu daya tarik jaje laklak. Tepung beras, kelapa, gula merah, serta bahan pewarna alami dapat ditemukan dengan mudah. Proses pembuatannya pun relatif sederhana, yakni adonan dituangkan ke dalam cetakan dan dimasak hingga matang sebelum diberi pelengkap.

Tidak hanya mempertahankan cita rasa, cara pengolahan tradisional juga menjadi bagian dari karakter laklak. Sejumlah pembuat masih menggunakan tungku dan bahan bakar kayu untuk memasaknya. Metode tersebut dinilai dapat memberikan sensasi rasa dan aroma yang berbeda pada jajanan tradisional tersebut.

Popularitas laklak juga terlihat dari keberadaannya sebagai bagian dari kuliner yang dinikmati masyarakat maupun wisatawan. Bahkan, jaje laklak pernah disiapkan sebagai salah satu suguhan kuliner bagi delegasi World Water Forum di Bali. Hal tersebut menunjukkan bahwa jajanan tradisional dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Bali kepada masyarakat yang lebih luas.

Di tengah maraknya kedai kopi dan tren kuliner modern, laklak memiliki peluang untuk kembali dikembangkan. Perpaduan rasa manis gula merah dan gurih kelapa membuatnya cocok dinikmati sebagai teman minum kopi atau teh. Kondisi ini membuka ruang bagi pelaku usaha, khususnya generasi muda, untuk menghadirkan laklak dalam konsep kuliner yang lebih kekinian tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.

Selain sebagai makanan, jaje laklak juga memiliki nilai budaya. Ceraken Kebudayaan Bali mencatat bahwa laklak diwariskan melalui keluarga, komunitas banjar adat, serta berbagai kegiatan sosial dan budaya. Jajanan ini juga memiliki fungsi religi karena digunakan sebagai bagian dari sarana upacara atau sesaji dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali.

Dari sisi akademis, jaje laklak juga terus menjadi objek penelitian. Penelitian dalam Jurnal Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar pada 2024, misalnya, mengkaji pengembangan jaje laklak melalui substitusi tepung tempe terhadap kualitas organoleptik dan kandungan protein. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa laklak dapat dikembangkan dengan inovasi bahan tanpa meninggalkan karakter dasarnya sebagai jajanan tradisional Bali.

Keberadaan laklak di tengah perubahan selera masyarakat menjadi pengingat bahwa pelestarian kuliner tradisional tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama tanpa perubahan. Inovasi dalam penyajian, pemasaran, maupun pengembangan produk dapat menjadi salah satu cara agar jajanan warisan leluhur tetap diminati.

Karena itu, menjaga keberadaan jaje laklak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan mengenal, membeli, mengonsumsi, dan memperkenalkan jajanan tradisional Bali, masyarakat turut membantu mempertahankan identitas kuliner daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha lokal.

Jaje laklak bukan sekadar kudapan sederhana. Di balik tepung beras, kelapa parut, dan gula merah, tersimpan cerita mengenai tradisi, kreativitas, serta upaya masyarakat Bali mempertahankan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....